HUT ke-81 Labuhanbatu: Perayaan Megah versus 40.490 Warga Miskin
Rantauprapat, Labuhanbatu — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu pada 16 Oktober memunculkan kontras tajam. Di pusat kota, baliho besar berisi foto pejabat menghiasi Jalan Ahmad Yani. Di dekatnya, seorang lansia terlihat meminta-minta kepada pengguna jalan. Di satu sisi ada kemeriahan; di sisi lain masih ada puluhan ribu warga hidup dalam kemiskinan.
Data kemiskinan terakhir
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Labuhanbatu, persentase penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 7,37 persen, atau sekitar 40.490 jiwa. Angka ini sedikit menurun dari 7,84 persen pada periode sebelumnya. Meski turun, puluhan ribu warga tetap berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Kritik publik dan tuntutan transparansi
Forum Pemerhati Labuhanbatu Raya menyorot ketidaksesuaian antara perayaan dan kondisi sosial di lapangan. Ketua forum, Ojak Hutagalung, meminta pemerintah daerah menunjukkan kepekaan lebih terhadap kelompok miskin dan rentan.
“Pemerintah boleh merayakan hari jadi, tapi jangan buta hati terhadap rakyat miskin. Perayaan di atas penderitaan rakyat bukanlah kebanggaan, itu tamparan moral bagi penguasa daerah.”
“Ketika pejabat larut dalam pesta, di saat yang sama anak-anak jalanan mencari receh untuk hidup. Ini bukan sekadar ironi, ini bukti negara belum sepenuhnya hadir.”
Ojak juga menuntut keterbukaan penggunaan anggaran perayaan HUT ke-81. Menurutnya, transparansi penting agar masyarakat dapat menilai manfaat dan dampak pengeluaran publik.
Respons pemerintah daerah
Pemerintah kabupaten menyampaikan capaian pembangunan pada Sidang Paripurna DPRD saat peringatan HUT. Bupati Maya Hasmita menegaskan berbagai program prioritas terus diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Program yang disebutkan meliputi:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pelayanan publik
- Infrastruktur
- Pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia
Tantangan ke depan
Meski ada capaian, efektivitas program harus dinilai dari manfaat yang dirasakan langsung oleh keluarga miskin dan kelompok rentan. Pemerintah daerah perlu menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas nyata, termasuk penguatan ketahanan pangan dan program pasar murah.
Perayaan dan seremonial tidak boleh menutupi kebutuhan dasar warga. Tantangan Labuhanbatu pada usia ke-81 adalah memastikan pemajuan kesejahteraan dinikmati seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar tercatat dalam statistik dan pesta resmi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Haul ke-17 Tuan Guru Batak dan Peresmian Rumah Tahfiz di Simalungun
Bupati Simalungun hadir pada Haul ke-17 Tuan Guru Batak dan meresmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an H. Dr....
Simalungun Tinjau Jalan Rusak Raja Maligas, Usulan Masuk IJD
Pemkab Simalungun meninjau jalan rusak di Raja Maligas I (16/10/2026); perbaikan diupayakan lewat usulan ke...
Wabup Madina Minta Polisi Gencarkan Operasi Narkoba Lewat Vape
Wabup Madina minta Polres intensifkan operasi peredaran narkoba yang disamarkan lewat vape setelah pengungka...
Polres Labuhanbatu Gelar Operasi Sarang Narkoba, 2 Orang Diamankan
Polres Labuhanbatu gelar Operasi Sarang Narkoba (17/10), amankan 2 pria dan bukti sabu 20,36 gram di Lingkun...
FASI Kota Sabang 2026: Gampong Cot Ba'u Juara Umum
Wali Kota Sabang menutup FASI 2026 dan berharap program ini membentuk generasi Qurani; Gampong Cot Ba'u juar...
Umrah Gratis Medan: Wakil Ketua DPRD Beri Hadiah ke 7 Warga
Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen, memberikan umrah gratis kepada tujuh warga saat HUT ke-75 Presiden Prabo...