Upacara HUT ke-81 di Sungai Deli Dipindah karena Arus Deras
MEDAN — Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang semula dijadwalkan di aliran Sungai Deli pada Senin (17/8) batal dan dipindah ke halaman masjid setempat. Panitia mengambil keputusan itu karena arus sungai sangat deras, yang dinilai berisiko bagi peserta, khususnya anak-anak.
Pengalihan lokasi upacara
Ketua panitia, Arsini (52), mengatakan pembatalan dilakukan untuk menghindari kecelakaan. Mereka menilai kondisi arus tidak aman untuk kegiatan di sungai.
"Upacara yang rencananya di sungai kita batalkan karena kondisi sungai yang tidak mengizinkan. Arusnya terlalu kencang, kita takut hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Lebih baik kita pindah ke halaman masjid."
Panitia segera menata kembali rangkaian acara agar upacara tetap berlangsung tertib di lokasi pengganti.
Tradisi tahunan dan kegiatan rutin
Pelaksanaan upacara di Sungai Deli merupakan tradisi warga selama bertahun-tahun. Bila kondisi air memungkinkan, warga biasa menggabungkan upacara dengan berbagai lomba tradisional.
- Upacara bendera di tengah aliran sungai
- Panjat pinang yang digelar di dalam sungai
- Kegiatan edukasi kebersihan dan konservasi sungai
Menurut Arsini, keputusan memindahkan lokasi bukan karena ingin menghentikan tradisi, melainkan demi keselamatan bersama.
Fokus pada keselamatan anak
Meski beberapa peserta anak-anak bisa berenang, panitia khawatir hal tak terduga dapat terjadi. Keselamatan jadi pertimbangan utama ketika arus deras mengancam aktivitas di air.
"Kita takut anak-anak hanyut, walaupun anak-anak pandai berenang. Kita kan tidak tahu, naas terjadi, kan itu."
Seruan kepada pemerintah
Selain soal keselamatan, panitia dan warga meminta perhatian lebih dari pemerintah terhadap kondisi bantaran Sungai Deli. Mereka berharap dilibatkan dalam setiap kebijakan atau program yang menyentuh kehidupan masyarakat pinggiran sungai.
"Kalau memang ada program-program pemerintah yang menyangkut Sungai Deli, tolonglah libatkan kami. Kami tidak mau pemerintah itu mengambil kebijakan terhadap masyarakat pinggiran sewenang-wenang. Dan itu yang kita harapkan,"
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Safri Tanjung, menegaskan kegiatan di sungai bukan sekadar perayaan, melainkan juga momen edukasi untuk menjaga kelestarian aliran sungai.
"Dalam amanat pembina upacara, kami membacakan deklarasi kemerdekaan sungai agar semua masyarakat paham menjaga kelestarian sungai."
Panitia menyatakan tradisi akan dilanjutkan jika kondisi sungai kembali bersahabat. Sementara itu, mereka menunggu respons dan keterlibatan pemerintah setempat untuk program yang berkaitan dengan Sungai Deli dan warganya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pisah Sambut Kapolres Asahan: AKBP Revi Diganti AKBP Adi
Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar pisah sambut Kapolres Sabtu malam (15/8), melepas AKBP Revi dan menyam...
Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tak Sebabkan Kerusakan
Gempa magnitudo 6,4 di Tenggara Simalungun (15/8/2026) dipastikan tak menimbulkan kerusakan; NasDem kunjungi...
Bupati Aceh Besar Pimpin Ziarah: Ajak Generasi Cintai Sejarah Aceh
Bupati Aceh Besar pimpin ziarah di Makam Teuku Nyak Arief, ajak generasi muda cintai sejarah dan bahasa Aceh...
Wesly Janji Beasiswa untuk Paskibraka Pematangsiantar yang Lulus UI
Wali Kota Wesly Silalahi janji beasiswa untuk Paskibraka Pematangsiantar 2026 yang diterima di Universitas I...
Turnamen Badminton BSC 'Piala Kemerdekaan' Resmi Dibuka di Binjai
Turnamen Badminton BSC 'Piala Kemerdekaan' dibuka 15 Agustus 2026; 146 peserta se-Sumatera bertanding pada 1...
Binjai Gelar Pembagian Bendera dan Donor Darah Sambut HUT RI 2026
Wali Kota Binjai pimpin pembagian bendera, donor darah, dan layanan kesehatan di Lapangan Merdeka, Minggu 16...