Ayah di Medan Berjuang Ubah Data Desil agar Anak Dapat KIP Kuliah
Medan — Seorang buruh harian di Medan datang bersama anaknya ke Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan untuk meminta perubahan data desil, demi kesempatan mendapatkan KIP Kuliah. Meski telah berkali-kali mengajukan perbaikan sejak Juli, keluarga itu masih tercatat pada desil 6-10, sehingga belum memenuhi syarat bantuan.
Harapan dan kelelahan seorang ayah
Muhammad Surya Simatupang menyampaikan kabar itu dengan napas tersengal. Ia berkali-kali menarik napas panjang ketika menceritakan upayanya memperbaiki data keluarga.
"Tinggal berserah diri saja ini, Nak. Apabila tidak ada perubahan (desil), kita jalani lah nasib ini,"
Surya menahan air mata saat berbicara. Di balik kata-kata itu tersimpan kecemasan panjang mengenai masa depan anaknya, Muhammad Al Fadri Simatupang, yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Upaya perbaikan data yang berulang
Surya mengaku telah mendatangi kepala lingkungan dan kantor Dinas Sosial. Ia juga mencoba mengisi formulir perubahan desil melalui aplikasi berbasis web Badan Pusat Statistik sejak awal Agustus.
Namun hingga pemeriksaan terakhir, status keluarga mereka masih menunjukkan desil 6-10. Status ini menempatkan mereka di luar kelompok penerima bantuan sehingga peluang mendapatkan KIP Kuliah tertutup sementara.
Kondisi rumah dan pekerjaan
Surya dan keluarga tinggal di rumah sewa di Jalan Kapten Muslim, Dwikora, Medan Helvetia. Rumah itu berdinding papan lapuk dan berdasar lantai semen yang mulai retak.
Sehari-hari Surya bekerja sebagai buruh harian lepas atau sebagai pengemudi ojek online bila ada kesempatan. Kondisi kesehatannya belakangan membuat ia sering sakit-sakitan. Istrinya bekerja sebagai pembantu untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga.
Tekanan waktu menjelang tahun ajaran baru
Waktu menjadi tekanan bagi keluarga seperti Surya. Setiap hari yang berlalu mendekatkan mereka pada awal tahun ajaran baru, sementara perubahan desil belum juga terjadi.
Seorang ibu yang datang bersama anaknya, Purnama Siregar, menyampaikan kegundahan serupa. Ia mengaku menunggu hampir sebulan tanpa perubahan angka desil.
"Udah hampir sebulan kami tunggu, nggak berubah juga desilnya. Masih bisanya anakku ini kuliah?"
Skala masalah dan makna pendidikan
Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari seribu calon mahasiswa menghadapi kendala serupa terkait perubahan desil. Banyak keluarga menaruh harap besar pada beasiswa, karena pendidikan dipandang sebagai jalan keluar dari keterbatasan ekonomi.
Di tengah lelah dan air mata, orang tua tetap mengetuk pintu harapan. Selama masih ada kemungkinan, mereka ingin anaknya mendapat akses pendidikan tinggi yang dapat membuka peluang masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pria Batubara Ditangkap Usai Pakai Uang Palsu di Pasar Simpang Limun
Pria 35 tahun dari Batubara ditangkap di Medan setelah menggunakan uang palsu senilai Rp1,6 juta saat berbel...
Sidang Perkara Narkotika di PN Medan Ditunda, Kejari Ikuti HUT Kejaksaan
Sidang tuntutan empat terdakwa kasus narkotika di PN Medan ditunda karena Kejari Belawan mengikuti peringata...
Toba Caldera Festival 2026 Diproyeksi Dongkrak Rp5 Miliar di Samosir
Toba Caldera Cultural Festival 2026 di Samosir diprediksi mendongkrak perputaran uang minimal Rp5 miliar sel...
Austin Tumengkol Sowan ke PWI Pusat Jelang Konferensi PWI Sumut
Austin Tumengkol sowan ke PWI Pusat 1 Sept untuk minta restu jelang pencalonan Ketua PWI Sumut dan diskusi p...
DPRD Medan Minta Pemko Prioritaskan Pembangunan dan Tindaklanjut
DPRD Medan minta Pemko prioritaskan pembangunan dan tindaklanjuti aspirasi warga hasil reses Dapil 1, termas...
Dinkes Sumut Kerahkan Dua Tim Medis Atasi Erupsi Sinabung di Karo
Dinkes Sumut mengirim dua tim medis ke Kabupaten Karo untuk tangani dampak erupsi Sinabung, memperkuat layan...