Dinkes Sumut Kerahkan Dua Tim Medis Atasi Erupsi Sinabung di Karo
MEDAN — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengerahkan dua tim medis untuk menangani dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Tim diterjunkan ke lokasi pengungsian dan titik kumpul warga sejak Senin malam, dan tiba di lapangan pada Selasa pagi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan dan memantau risiko penularan penyakit pasca-erupsi.
Komposisi dan tugas tim
Menurut Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, kedua tim memiliki tugas berbeda namun saling melengkapi. Tim pertama fokus pada pelayanan kesehatan di lapangan, termasuk penanganan kegawatdaruratan oleh dokter dan perawat. Tim kedua bertindak sebagai tim surveillance untuk memantau potensi penularan penyakit akibat kondisi bencana.
"Kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Tim kita sendiri sudah berada di sana sejak kemarin," ujar Hamid, Rabu (2/9).
Koordinasi dengan fasilitas setempat dan posko
Dinkes Sumut berkoordinasi intens dengan Dinkes Kabupaten Karo, puskesmas, klinik, dan rumah sakit di sekitar wilayah terdampak. Posko kesehatan telah didirikan di sejumlah titik tempat masyarakat berkumpul. Posko dibangun bersama antara Dinkes Provinsi, Dinkes Kabupaten, dan puskesmas setempat untuk memudahkan akses layanan.
Puskesmas yang berdekatan dengan area erupsi ditunjuk sebagai posko utama. Hamid menyebut Puskesmas Tigapanah serta Puskesmas Kabanjahe/Korpri sebagai fasilitas utama. Puskesmas lain ditempatkan dalam status siaga dan berperan sebagai dukungan logistik.
Pasokan medis dan logistik
Dinkes Sumut mengirimkan kebutuhan dasar kesehatan ke lokasi terdampak. Kiriman mencakup masker, obat-obatan, dan pembersih mata. Puskesmas yang lebih jauh disiapkan sebagai gudang pendukung untuk kebutuhan pergantian petugas, obat, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
Penugasan dan pengumpulan data
Tenaga kesehatan yang dikirim akan bekerja secara bergantian setiap pekan. Durasi penugasan disesuaikan dengan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Sinabung. Dinkes Kabupaten Karo sedang mengumpulkan data jumlah warga yang sudah menerima layanan kesehatan di lapangan.
"Per minggu bergantian. Tergantung erupsinya. Kalau erupsinya sudah mereda dan tidak lagi menjadi kekhawatiran, tentu petugas akan kembali," ujar Hamid.
Imbauan kesehatan bagi warga
Dinkes Sumut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan alat pelindung diri, terutama masker, guna mengurangi risiko masuknya abu vulkanik ke saluran pernapasan. Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
Hamid juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mematuhi arahan instansi berwenang selama penanganan erupsi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pria Batubara Ditangkap Usai Pakai Uang Palsu di Pasar Simpang Limun
Pria 35 tahun dari Batubara ditangkap di Medan setelah menggunakan uang palsu senilai Rp1,6 juta saat berbel...
Sidang Perkara Narkotika di PN Medan Ditunda, Kejari Ikuti HUT Kejaksaan
Sidang tuntutan empat terdakwa kasus narkotika di PN Medan ditunda karena Kejari Belawan mengikuti peringata...
Toba Caldera Festival 2026 Diproyeksi Dongkrak Rp5 Miliar di Samosir
Toba Caldera Cultural Festival 2026 di Samosir diprediksi mendongkrak perputaran uang minimal Rp5 miliar sel...
Austin Tumengkol Sowan ke PWI Pusat Jelang Konferensi PWI Sumut
Austin Tumengkol sowan ke PWI Pusat 1 Sept untuk minta restu jelang pencalonan Ketua PWI Sumut dan diskusi p...
DPRD Medan Minta Pemko Prioritaskan Pembangunan dan Tindaklanjut
DPRD Medan minta Pemko prioritaskan pembangunan dan tindaklanjuti aspirasi warga hasil reses Dapil 1, termas...
Ayah di Medan Berjuang Ubah Data Desil agar Anak Dapat KIP Kuliah
Seorang buruh di Medan berjuang mengubah data desil keluarganya agar anak bisa dapat KIP Kuliah, meski statu...