Politik

Ony Setiawan: Tuban Harus Jadi Motor Ekonomi Pantura

Bagikan:

Surabaya, 14 Oktober 2026 — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mendorong pengembangan Kabupaten Tuban sebagai motor pertumbuhan ekonomi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur. Dorongan itu fokus pada penguatan sektor industri, maritim, dan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan daya saing wilayah pesisir.

Posisi strategis dan potensi pesisir

Ony menilai Tuban memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Jawa Timur dari arah barat. Kabupaten ini juga memiliki garis pantai sekitar 65 kilometer yang membentang di lima kecamatan pesisir. Kondisi itu memberi peluang besar pada sektor perikanan tangkap dan budidaya air payau.

Aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pengolahan hasil laut menjadi sumber penghidupan utama warga pesisir. Namun, penguatan sarana dan hilirisasi diperlukan agar komoditas bernilai tambah lebih tinggi.

Sektor industri dan peluang investasi

Selain perikanan, Ony menyoroti peluang pengembangan industri manufaktur, petrokimia, dan energi di Tuban. Keberadaan fasilitas industri berskala besar membuka peluang pembentukan kawasan industri terpadu yang dapat menarik investasi.

Ia menekankan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha setempat, dan peningkatan kegiatan ekonomi pendukung.

Pariwisata pesisir sebagai penggerak ekonomi kreatif

Sektor pariwisata pesisir dinilai mampu mendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas. Beberapa destinasi yang disebut memiliki potensi pengembangan adalah:

  • Pantai Boom
  • Pantai Sowan
  • Pantai Kelapa
  • Wisata mangrove

Pengembangan destinasi tersebut diharapkan membuka ruang usaha baru bagi masyarakat sepanjang koridor Pantura.

Kebutuhan infrastruktur dan modernisasi perikanan

Untuk mengoptimalkan potensi wilayah, Ony menekankan percepatan pembangunan infrastruktur dan integrasi tata ruang kawasan pesisir. Peningkatan konektivitas logistik Pantura penting untuk memperlancar distribusi barang dan menekan biaya transportasi.

Di sektor perikanan, dorongan difokuskan pada modernisasi sarana nelayan, penyediaan fasilitas penyimpanan dingin, serta pengembangan hilirisasi hasil laut.

“Seiring dengan arah kebijakan Pemprov Jatim dalam memperkuat daya saing wilayah pesisir, selain sektor pertanian, Tuban harus diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis industri, maritim, dan pariwisata guna meningkatkan pendapatan rakyat,”

Ony juga menyinggung kebutuhan fasilitas cold storage dan proses pengolahan agar hasil laut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.

Keberlanjutan lingkungan sebagai syarat utama

Pengembangan ekonomi pesisir perlu berjalan seimbang dengan pelestarian lingkungan. Ony mendorong rehabilitasi mangrove, penanganan abrasi, dan perlindungan ekosistem laut agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan.

“Dengan memberikan dorongan terhadap kemudahan investasi industri Pantura yang diimbangi dengan perlindungan ekosistem pesisir, termasuk rehabilitasi mangrove dan penanganan abrasi,”

Kesimpulan

Ony menegaskan bahwa integrasi sektor pertanian, industri, maritim, dan pariwisata—didukung infrastruktur, investasi yang melibatkan masyarakat lokal, serta perlindungan lingkungan—dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Tuban. Jika diimplementasikan, langkah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait