Politik

Deni Wicaksono: Toleransi Jadi Modal Pembangunan Trenggalek

Bagikan:
Sosialisasi toleransi di Hotel Bukit Jaas Permai Trenggalek dengan tokoh masyarakat dan pemuda

Trenggalek — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan menjaga keberagaman sebagai modal sosial untuk memperkuat pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan melalui Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi pada sosialisasi bertema Keberagaman sebagai Kekuatan, Memperkuat Toleransi dan Keberagaman Masyarakat yang digelar di Hotel Bukit Jaas Permai, akhir pekan lalu, dan dikemukakan Doding pada Selasa (13/10/2026).

Sosialisasi dan pesan utama

Kegiatan dihadiri tokoh masyarakat dan kalangan pemuda. Deni menilai tradisi toleransi di Trenggalek adalah modal penting yang harus dijaga agar masyarakat tetap bersatu di tengah perbedaan. Menurutnya, sikap saling menghormati tidak hanya mendukung keharmonisan sosial, tetapi juga menjadi landasan bersama untuk membangun daerah.

Karena Trenggalek toleransinya tinggi. Toleransi keberagaman inilah yang harus dipupuk dan setidaknya menjadi modal untuk pembangunan daerah

Pancasila sebagai dasar toleransi

Doding menegaskan bahwa penghormatan terhadap keberagaman merupakan bagian dari jati diri bangsa yang berlandaskan Pancasila. Ia menyebut sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai pengakuan terhadap kebebasan beragama dan keyakinan setiap warga.

Semuanya nanti muaranya kembali ke Pancasila. Bahwasanya beragama juga dijamin oleh negara dan merupakan hak

Lebih jauh, nilai tersebut menurut Doding perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kerja sama antarumat beragama, dan upaya aktif menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

Imbauan terhadap warga dan generasi muda

Doding mengingatkan pentingnya menghormati kebebasan setiap warga dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh memaksakan keyakinan kepada orang lain.

Prinsip itu, kata Doding, harus menjadi pegangan dalam berinteraksi sehari-hari. Perbedaan agama, suku, dan budaya seharusnya menjadi sumber kekuatan, bukan faktor pemecah belah.

Trenggalek milik kita semua

Penutup: menjaga modal sosial untuk pembangunan

Sosialisasi juga menargetkan generasi muda agar semakin memahami pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Kerukunan dan semangat kebersamaan diharapkan menjadi modal untuk menciptakan lingkungan damai sekaligus mendukung pembangunan Trenggalek yang berkelanjutan.

Pesan dari pimpinan daerah ini menekankan perlunya peran aktif masyarakat dalam mempertahankan toleransi serta kewaspadaan terhadap isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Upaya bersama dinilai krusial untuk memastikan keberagaman terus menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait