Nasional

TNI Perkuat Diplomasi Pertahanan Hadapi Ancaman Nontradisional

Bagikan:
TNI memperkuat diplomasi pertahanan untuk mengatasi ancaman nontradisional di Indo-Pasifik

TNI memperkuat diplomasi pertahanan guna merespons ancaman keamanan nontradisional di kawasan Indo-Pasifik. Upaya ini mencakup kerja sama intelijen, patroli terkoordinasi, dan perlindungan infrastruktur bawah laut pada periode terkini.

Ancaman nontradisional yang ditangani

Menurut Kabid Kerja Sama ASEAN Puskersin TNI, Kolonel Arm David Eldo, ancaman nontradisional bersifat tidak kasatmata dan melintasi batas nasional. Ancaman tersebut meliputi keamanan siber, kontraterorisme, keamanan maritim, hingga bantuan kemanusiaan.

Yang nontradisional itu yang tidak kasatmata, misalnya masalah keamanan siber. Kemudian kontraterorisme, keamanan maritim, dan bantuan kemanusiaan juga menjadi ancaman yang harus dihadapi

Untuk memperjelas fokus, TNI juga merinci target proteksi, termasuk perlindungan kabel internet dan infrastruktur digital bawah laut yang krusial bagi konektivitas kawasan.

Perlindungan infrastruktur bawah laut dan pertukaran intelijen

TNI mengembangkan kerja sama intelijen dengan negara-negara tetangga untuk membatasi pergerakan jaringan yang mengancam. Pertukaran informasi menjadi alat utama dalam mendeteksi dan menindak celah keamanan lintas negara.

Kita sharing informasi dengan Malaysia, Singapura, Filipina. Sehingga jaringan ini bisa ditutupi, pergerakannya dibatasi, sehingga bisa tertangkap

Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga stabilitas jalur komunikasi dan perdagangan yang bergantung pada kabel bawah laut.

Patroli terkoordinasi dan peningkatan profesionalisme

Selain berbagi data, TNI melakukan patroli terkoordinasi dengan negara yang berbatasan langsung. Patroli ini mencakup pengamanan wilayah perairan dan ruang udara antarnegara serta respons cepat terhadap insiden di laut.

Diplomasi pertahanan juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi prajurit. Program pertukaran pendidikan militer memberi ruang belajar praktik, teknologi, dan pengalaman negara mitra.

Prajurit kita belajar dari best practice negara lain. Knowledge transfer dan technology transfer, kemudian lesson learned juga dari sana

Dampak terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi

Diplomasi pertahanan yang digenjot TNI diharapkan memperkuat stabilitas kawasan dan keamanan jalur perdagangan Indonesia. Kondisi tersebut penting untuk kelancaran aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral, TNI menempatkan diplomasi pertahanan sebagai instrumen kunci menghadapi tantangan keamanan nontradisional di Indo-Pasifik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait