FORMAS Dorong Pemanfaatan Herbal untuk Tekan Biaya Kesehatan
Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Yohanes Handoyo Budhisedjati, mendorong pemanfaatan herbal untuk menekan biaya kesehatan pada dialog Kebangsaan di Jakarta, Jumat, 11 September 2026. Ia menilai Indonesia harus mengembalikan tradisi pemakaian rempah dan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan budaya hidup sehat berbasis herbal
Handoyo menekankan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang kaya rempah dan tanaman obat. Menurutnya, kekayaan ini perlu dioptimalkan kembali agar mendukung kesehatan publik secara berkelanjutan.
"Mengapa kita tidak mencari terobosan, yaitu mengembalikan kejayaan masa lalu. Dengan rempah, dengan herbal, dan dengan jamu,"
Ia mengusulkan kebiasaan konsumsi produk herbal diperkenalkan sejak keluarga. Handoyo berharap generasi muda terbiasa minum jamu sehingga tercipta bangsa yang lebih sehat pada 2045.
Pencegahan sebagai kunci tekan biaya
Handoyo menyatakan kenaikan biaya layanan kesehatan harus direspons lewat pendekatan pencegahan. Penguatan kebiasaan hidup sehat, menurutnya, berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis dan beban biaya perawatan.
"Biaya kesehatan sekarang sudah tidak murah lagi. Dengan perekonomian yang sekarang sangat sulit seperti ini,"
Pandangan BPOM: geser fokus ke promotif dan preventif
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, sejalan dengan ajakan tersebut. Ia menekankan pentingnya mengutamakan promotif dan preventif daripada mengandalkan kuratif dan rehabilitatif.
"Kalau sudah masuk yang namanya kuratif sampai masuk kepada rehabilitasi, itu biayanya mahal sekali. Mahal sekali,"
Taruna menjelaskan empat pendekatan ketahanan kesehatan yang perlu mendapat perhatian:
- Promotif
- Preventif
- Kuratif
- Rehabilitatif
Ia menegaskan fokus pada promotif dan preventif dapat meringankan beban anggaran kesehatan negara jika diterapkan luas.
Bagaimana langkah selanjutnya
Dialog tersebut menyorot perlunya kolaborasi masyarakat, pelaku industri herbal, dan regulator untuk memperkuat produksi serta edukasi konsumsi herbal yang aman dan efektif. Penguatan promosi kesehatan dan peningkatan literasi masyarakat menjadi langkah awal yang direkomendasikan agar potensi herbal berkontribusi nyata pada pengurangan biaya kesehatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...