Nasional

TNI Gelar Latihan Trident Resolve untuk Hadapi Ancaman Nontradisional

Bagikan:
Simulasi evakuasi korban dan kapal rumah sakit saat latihan Trident Resolve di Banten

TNI menyiapkan latihan Trident Resolve untuk memperkuat kemampuan menghadapi bencana dan ancaman nontradisional. Latihan dijadwalkan berlangsung pada 21–25 September 2026 di Banten dan melibatkan negara-negara dalam kerangka ASEAN Plus.

Tujuan dan ruang lingkup latihan

Latihan ini menggabungkan tiga unsur utama: keamanan maritim, keamanan siber, dan kedokteran militer. Penyelenggara menekankan skenario yang menuntut tindakan cepat saat terjadi bencana besar.

Menurut penyelenggara, skenario utama berupa bencana alam di wilayah Banten yang membutuhkan proses evakuasi korban. Latihan juga mensimulasikan gangguan komunikasi sebagai bagian dari ancaman siber.

Skema operasi dan unsur yang dikerahkan

Dalam skenario, kapal perang dan kapal rumah sakit disiapkan untuk mendukung proses evakuasi dan perawatan korban. Simulasi tersebut bertujuan menguji koordinasi antarunsur dalam situasi darurat di laut dan darat.

"Materinya adalah keamanan maritim, keamanan siber dan kedokteran militer. Nah ini lumayan menarik skenarionya, itu terjadi bencana,"

Penggabungan unsur maritim, medis, dan siber memungkinkan peserta menguji interoperabilitas ketika satu aspek terpengaruh, seperti gangguan komunikasi saat evakuasi.

Partisipasi internasional dan kerangka ASEAN Plus

Latihan ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan dalam kerangka ASEAN Plus. Selain negara-negara ASEAN, beberapa mitra utama dipastikan ikut serta.

  • Amerika Serikat
  • Tiongkok
  • Rusia
  • Jepang

Keikutsertaan mitra bertujuan meningkatkan koordinasi multinasional dan standar prosedur operasi gabungan dalam situasi HADR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief).

Harapan dan dampak latihan

Penyelenggara menjelaskan latihan dirancang untuk meningkatkan koordinasi dan interoperabilitas antarangkatan bersenjata. Kemampuan ini dinilai krusial menghadapi kondisi darurat, baik akibat bencana maupun ancaman keamanan nontradisional.

"Dari keamanan maritim, nanti ada kapal perang maupun kapal rumah sakit,"

Dengan pengujian berbagai skenario kompleks, TNI berharap mampu mempercepat respons, memperkuat komunikasi antarmitra, dan meningkatkan kesiapsiagaan medis lapangan.

Pelaksanaan Trident Resolve pada September mendatang akan menjadi tolok ukur efektivitas kerja sama pertahanan regional dalam merespons ancaman nontradisional dan bencana besar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait