Nasional

MenPPPA Dorong Perempuan Desa Kembangkan Usaha Produktif

Bagikan:
Menteri MenPPPA berbicara saat pelatihan ekonomi perempuan di Kampung Cempluk, Malang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mendorong perempuan di desa mengubah keterampilan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Perempuan melalui implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kampung Cempluk, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, 12 September 2026. Tujuannya adalah memperkuat kemandirian ekonomi perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pelatihan harus berujung pada usaha

Arifah menekankan pelatihan seperti beauty class dan menjahit tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, keterampilan itu harus dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan bagi perempuan dan keluarga mereka.

"Pelatihan seperti beauty class dan menjahit ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha,"

Dia menambahkan harapan bahwa usaha tersebut memberi penghasilan nyata dan meningkatkan ekonomi keluarga desa.

"Usaha tersebut diharapkan memberikan penghasilan. Bahkan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi keluarga,"

Kesenjangan partisipasi kerja dan hambatan

Arifah mengingatkan masih ada kesenjangan partisipasi angkatan kerja (TPAK) berdasarkan gender. Ia menyebut TPAK perempuan sebesar 56 persen, sedangkan TPAK laki-laki mencapai 85 persen. Kondisi ini menunjukkan akses perempuan ke pekerjaan masih terbatas.

Selain akses, perempuan sering menghadapi keterbatasan modal, pelatihan yang belum berkelanjutan, dan pengaruh norma sosial. Oleh karena itu, pemberdayaan ekonomi harus diiringi perubahan peran di dalam keluarga.

"Perempuan tidak dapat didorong semakin produktif tanpa memastikan pembagian peran dalam keluarga berjalan adil," ujar Arifah.

Peran RBI dan dukungan daerah

Implementasi Ruang Bersama Indonesia disebut menunjukkan praktik baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Arifah mencontohkan di Bone Bolango, RBI berkontribusi menekan kasus kekerasan dan perkawinan anak hingga nol kasus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, memastikan pemerintah daerah memberikan pendampingan, akses peluang usaha, dan penguatan jaringan pasar. Dukungan itu penting agar pelatihan berubah menjadi usaha berkelanjutan.

"Pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus disertai pendampingan dan akses peluang usaha berkelanjutan," kata Budiar.

Langkah desa: penguatan kelembagaan

Kepala Desa Kalisongo, Siswanto, menyatakan pemerintah desa siap mengawal pengembangan kelompok usaha perempuan. Pemerintah desa akan memperkuat kelembagaan dan melakukan pendampingan agar usaha skala mikro berkembang.

"Ruang Bersama Indonesia di Desa Kalisongo menjadi wadah warga untuk belajar, saling mendukung, dan mengembangkan potensi," ujar Siswanto.

Dengan kombinasi pelatihan, pendampingan, dukungan keluarga, dan akses pasar, upaya ini diharapkan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan desa dan memberi dampak positif jangka panjang bagi pembangunan lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait