Pemuda 21 Tahun Tenggelam di Sungai Pante Bahagia, Aceh Utara
LHOKSUKON — Rian Alfiansyah (21), warga Desa Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, ditemukan meninggal setelah tenggelam saat berwisata di Sungai Pante Bahagia, Desa Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Minggu (9/8) siang.
Kronologi kejadian
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat korban sedang bersama sejumlah teman di lokasi wisata sungai. Mereka tiba di area itu sejak sekitar pukul 12.30 WIB dan sempat makan siang sebelum beraktivitas di tepi sungai.
Menurut keterangan saksi, sebagian rombongan berenang menggunakan ban sebagai pelampung. Korban semula berada di pinggir sungai namun beberapa menit kemudian tidak terlihat oleh teman-temannya.
Pencarian dan evakuasi
Teman-teman korban bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian. Setelah sekitar 20 menit, korban ditemukan tenggelam di dalam sungai dan dievakuasi ke darat.
Petugas kepolisian dan tenaga medis desa dikabari untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.
"Ketika ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Masyarakat kemudian menghubungi Polsek Paya Bakong dan pihak Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,"
Tindakan aparat dan keluarga
Personel Polsek Paya Bakong datang ke lokasi untuk mendata korban, mengumpulkan keterangan saksi, dan mendokumentasikan tempat kejadian. Setelah proses awal selesai, jenazah dibawa ke rumah duka di Kota Langsa untuk diserahkan kepada keluarga.
Keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah dan telah mengambil alih proses selanjutnya.
Imbauan keselamatan
Aparat kepolisian mengimbau pengunjung lokasi wisata sungai untuk selalu memperhatikan kondisi arus dan keselamatan saat beraktivitas di atau di sekitar air. Arus deras di beberapa titik sungai dapat berisiko bagi perenang, terutama tanpa alat keselamatan memadai.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri berenang di lokasi yang memiliki arus deras serta selalu mengutamakan keselamatan, terutama ketika berada di kawasan wisata sungai,"
Catatan
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di lokasi wisata air. Pengunjung disarankan membawa alat pelampung yang layak, mengawasi anak dan rekan, serta mematuhi imbauan keselamatan dari petugas setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...
Kemendagri Dinilai Lemah soal Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Deliserdang
Klaim Kemendagri soal pergeseran anggaran Rp503 miliar Deliserdang disorot, disertai kabar keluarga tersangk...
BKSDA Aceh: Pembabatan Sawit di Trumon Masuk Kawasan Konservasi
BKSDA Aceh menyatakan pembabatan sawit di Trumon berada dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil; warga dan PeTA...
BPJN Aceh Rampungkan Rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba
BPJN Aceh menyelesaikan rekonstruksi ruas Kedai Runding–Paya Laba sepanjang sekitar 3 km untuk memperlancar...