Pemprov DKI Dorong Teman Sebaya Jadi Jembatan Komunikasi Remaja
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan peran teman sebaya sebagai jembatan komunikasi bagi remaja yang menghadapi masalah. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Dwi Oktavia dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Tujuannya agar kegelisahan remaja lebih cepat teridentifikasi dan mendapat dukungan sebelum berkembang menjadi persoalan serius.
Peran teman sebaya dalam mendeteksi masalah
Dwi menekankan remaja cenderung lebih nyaman berbagi pada teman seusianya. Teman sebaya yang sudah diberi pelatihan dapat lebih awal mendeteksi tanda-tanda kegelisahan, kecemasan, atau masalah lain pada teman mereka. Pendekatan ini memungkinkan intervensi dini dan pengalihan ke layanan profesional bila diperlukan.
“Remaja ini penting punya teman sebaya untuk menjembatani komunikasi atau kegelisahan mereka. Sebenarnya banyak ruang yang bisa kita ciptakan,”
Program PIK-R di sekolah
Salah satu wadah yang disebut adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah. Program ini melibatkan siswa yang menerima pelatihan untuk menjadi teman sebaya dan memberikan dukungan awal kepada teman-teman mereka. Pendekatan berbasis sekolah dinilai strategis karena lingkungan pendidikan merupakan tempat remaja menghabiskan banyak waktu.
“Teman sebaya yang telah mendapat pelatihan dapat lebih dulu bertanya ketika melihat murid menghadapi masalah, kegelisahan, atau kecemasan. Pendekatan ini membantu remaja mengungkapkan persoalan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang semakin serius,” ucap Dwi.
Layanan pendukung lain dan akses digital
Selain teman sebaya, Dwi menyebut sekolah memiliki guru bimbingan dan konseling (BK) serta ekosistem pendukung lain yang dapat membantu remaja. Ia juga menyoroti ketersediaan layanan konsultasi digital yang makin berkembang dan dapat diakses oleh remaja, termasuk mereka yang belum berpenghasilan.
Dwi merujuk pada layanan Puspa yang bisa diakses melalui puspa.jakarta.go.id. Menurutnya, di sana tersedia 13 jenis konsultasi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan waktu pengguna.
Impak dan langkah ke depan
Penguatan peran teman sebaya dan pemanfaatan layanan digital diharapkan mempercepat deteksi dan penanganan masalah remaja. Dengan demikian, dukungan dapat diberikan lebih awal sehingga kasus yang berpotensi menjadi serius bisa diminimalkan. Pemerintah daerah dan sekolah diminta terus memperluas ruang-ruang konseling agar akses bagi remaja semakin mudah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lalu Lintas Senayan Ramai Lancar Jelang Sidang Tahunan MPR 2026
Arus lalu lintas di Senayan ramai tapi lancar pada 14 Agustus 2026, menjelang Sidang Tahunan MPR di Gedung N...
Perlindungan Anak Digital: DKI Dorong Kolaborasi Cegah Konten Negatif
Pemprov DKI mendorong kolaborasi pemerintah, keluarga, industri, dan anak untuk batasi akses media sosial le...
Pimpinan DPR Hadir di Parlemen Jelang Sidang Tahunan MPR 2026
Wakil Ketua DPR Cucun tiba di Kompleks Parlemen Senayan pagi ini menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang...
Polda Metro Siapkan 8.095 Personel untuk Amankan Senayan
Polda Metro Jaya menyiapkan 8.095 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan di Senayan, Jumat 14 Agustus...
Kemenko Pangan Percepat Penyaluran Dana REDD+ Rp253,1 Miliar
Kemenko Pangan percepat penyaluran dana REDD+ Rp253,1 miliar ke 10 provinsi untuk percepatan manfaat lingkun...
Komnas Perempuan: Polemik Pernyataan Menteri Amran Selesai
Komnas Perempuan menyatakan polemik pernyataan Menteri Amran soal SPPG Surabaya selesai setelah klarifikasi...