Pemerintah Target Turunkan Kemiskinan Jadi 6% pada 2027
Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan nasional turun ke 6–6,5 persen pada 2027 sebagai bagian dari sasaran pembangunan jangka menengah. Target ini disampaikan dalam rapat di Jakarta, Selasa, 1 September 2026, seiring upaya mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen dan penerapan kebijakan fiskal yang dinilai efektif.
Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif. Hal ini menjadi faktor pendorong percepatan penurunan kemiskinan.
- Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan
Target kemiskinan, pengangguran, dan indikator sosial
Pemerintah menetapkan sasaran kemiskinan pada kisaran 6 hingga 6,5 persen pada 2027. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada rentang 4,3 hingga 4,87 persen.
Target lain mencakup rasio gini antara 0,362 hingga 0,367 dan indeks modal manusia yang dipatok pada 0,575. Angka-angka ini menunjukkan fokus kebijakan pada pemerataan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Strategi: fiskal, investasi pemerintah, dan peran swasta
Pemerintah menegaskan strategi utama adalah menjaga stabilitas makro dan meningkatkan investasi. Dalam kerangka kebijakan ekonomi 2027, investasi ditargetkan tumbuh hingga 7 persen melalui kolaborasi antara pemerintahan, sektor swasta, dan lembaga terkait.
Purbaya menyebut investasi pemerintah akan berfungsi sebagai katalisator, sedangkan sektor swasta diharapkan menjadi motor utama penggerak investasi pada 2027.
Asumsi makroekonomi dan anggaran 2027
Untuk mendukung target, pemerintah menggunakan sejumlah asumsi makro. Pertumbuhan ekonomi dipatok pada 6 persen dengan inflasi dikendalikan di level sekitar 2,5 persen. Suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun diperkirakan di angka 6,9 persen.
Nilai tukar rupiah diasumsikan sekitar Rp17.500 per dolar AS, dan harga minyak Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan pada 75 dolar AS per barel.
Dalam RAPBN 2027, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.496 triliun, sedangkan belanja negara ditetapkan sebesar Rp4.097,29 triliun dengan defisit anggaran dijaga di level 2,40 persen terhadap PDB.
Sektor energi dan target lifting
Pemerintah memasang target lifting minyak bumi pada 612.500 barel per hari, dan lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari. Target ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi dan penerimaan negara.
Dengan target-target tersebut, pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal, peningkatan investasi, dan peran swasta akan mempercepat penurunan kemiskinan sekaligus menjaga stabilitas makro. Realisasi target akan bergantung pada kondisi global dan efektivitas pelaksanaan kebijakan di tahun-tahun mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menaker Targetkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Selesai Oktober 2026
Menaker Yassierli menargetkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan rampung akhir Oktober 2026 untuk memperkuat p...
Menkomdigi Imbau Tenang dan Waspada Pasca Erupsi Anak Krakatau
Menkomdigi Meutya Hafid imbau masyarakat tenang dan waspada setelah erupsi Anak Krakatau; pantau kanal resmi...
Mendagri Minta Pemda Siapkan WFH bagi ASN Akibat Erupsi Krakatau
Mendagri Tito Karnavian minta pemda terdampak erupsi Krakatau tingkatkan kewaspadaan, bagikan masker, dan te...
Survei ASI: 51,5% Warga Dukung Kelanjutan Program MBG
Survei ASI: 51,5% responden setuju program Makan Bergizi Gratis dilanjutkan, sementara 45,4% menolak dan 3,3...
Ahli: Aktivitas Gunung Api Berdekatan adalah Fenomena Wajar
Ahli kebencanaan: aktivitas berdekatan beberapa gunung api di Indonesia adalah fenomena geologi wajar; masya...
Mendikdasmen: Daerah Terdampak Anak Krakatau Sesuaikan Belajar
Mendikdasmen minta daerah terdampak erupsi Anak Krakatau sesuaikan pembelajaran berdasarkan indeks pencemara...