El Nino hingga 2027, Menkeu Waspadai Tekanan Pangan & Energi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan potensi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga kuartal I 2027. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026. Pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipatif untuk mengatasi gangguan produksi, distribusi pangan, dan pasokan energi.
Perkiraan durasi dan fokus ancaman
Purbaya menegaskan fenomena El Nino dapat berlanjut sampai awal 2027. Ia menyoroti dua sektor utama yang rawan terganggu: pangan dan energi. Gangguan di sektor ini berpotensi langsung mendorong kenaikan harga komoditas domestik.
Dampak pada produksi dan harga
Menurut Menkeu, gangguan produksi dan distribusi dapat memicu lonjakan harga. Hal ini menuntut kesiapan pemerintah untuk merespons dampak yang bersifat berantai dan mendesak.
"Selain berbagai risiko tersebut, kita juga mewaspadai dampak fenomena El Nino. Termasuk terhadap sektor pangan dan energi,"
"Gangguan terhadap produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga. Sehingga memerlukan langkah antisipatif yang tepat sejak dini,"
Tekanan eksternal yang memperparah
Purbaya juga mengingatkan ada tekanan global lain yang memperburuk situasi. Ia menyebut meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan proteksionisme. Kombinasi ini berpotensi mengganggu rantai pasok internasional dan menambah volatilitas harga.
- Meningkatnya ketegangan geopolitik
- Fragmentasi perdagangan global
- Penguatan kebijakan proteksionisme
Risiko makro: inflasi, suku bunga, nilai tukar
Menurut penjelasan Purbaya, gejolak harga komoditas bisa memberi tekanan pada inflasi. Tekanan inflasi kemudian berdampak pada kebijakan suku bunga dan stabilitas nilai tukar. Otoritas diminta menyeimbangkan kebijakan agar inflasi terkendali tanpa menahan aktivitas ekonomi.
Ketahanan ekonomi dan langkah ke depan
Meski menghadapi berbagai risiko, Purbaya menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Ia menekankan perlunya kebijakan antisipatif yang tepat serta koordinasi lintas sektor untuk mengurangi dampak terhadap kelompok rentan.
“Namun, kita bersyukur di tengah keadaan pasca yang global saat ini. Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat,”
Dengan estimasi El Nino hingga kuartal I 2027, perhatian kini beralih pada implementasi langkah antisipatif, penguatan rantai pasok, dan mitigasi dampak harga bagi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...