Zulhas: Indonesia Capai Swasembada Beras, Jagung, dan Garam
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan capaian penting sektor pangan dalam RAPBN 2027: Indonesia tercatat swasembada beras pada 2025 dengan surplus 4,2 juta ton, serta memenuhi kebutuhan jagung dan garam konsumsi.
Swasembada Pangan 2025
Pemaparan disampaikan di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026. Menurut Zulhas, capaian ini menunjukkan perubahan drastis karena pada 2024 Indonesia masih mengimpor beras.
Tahun 2024 kita impor 4,5 juta ton, tapi tahun 2025 kita sudah swasembada dan surplus 4,2 juta ton. Begitu juga jagung dan garam konsumsi sudah tidak impor lagi.
Meski swasembada pangan pokok tercapai, Zulhas menekankan bahwa kebutuhan industri untuk komoditas tertentu masih memerlukan impor.
Perhatian pada kesejahteraan nelayan
Zulhas juga menyoroti kondisi kesejahteraan nelayan yang masih tertinggal. Nilai tukar nelayan tercatat sekitar 103, lebih rendah dibanding petani padi yang mencapai 127.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, pemerintah menyiapkan pembangunan hampir 2.000 kampung nelayan pada tahun ini. Langkah ini akan diikuti pengembangan budidaya tematik secara bertahap di desa-desa.
Rencana pengembangan budidaya dan industri garam
Pemerintah berencana mengembangkan 40.000 budidaya tematik di 40.000 desa secara bertahap. Selain itu, penyelesaian pembangunan industri garam di Nusa Tenggara Timur menjadi fokus utama tahun ini dan tahun depan.
Refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Zulhas menjelaskan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG yang menemui berbagai kendala. Pemerintah melakukan refocusing program di bawah kepemimpinan baru untuk mempercepat penyaluran bantuan gizi.
Sasaran prioritas dalam 1–2 bulan ke depan adalah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya NTT, Papua, dan Maluku. Program ini menargetkan pemenuhan gizi untuk sekitar 11 juta penerima.
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
- Balita
Standarisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Pemerintah juga tengah menyelesaikan proses standarisasi laik higiene bagi ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya memastikan pelaksanaan MBG memenuhi standar keamanan dan kualitas pangan.
Dengan capaian swasembada pangan utama dan langkah peningkatan kesejahteraan nelayan serta perbaikan program gizi, pemerintah berharap ketahanan pangan dan kualitas layanan gizi masyarakat semakin kuat ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...