Surabaya Gencarkan Intervensi UMKM untuk Anti Narkoba
Surabaya — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengumumkan program intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di kawasan rawan narkoba, termasuk Jalan Kunti, Rabu (4/11/2026). Langkah ini dimaksudkan untuk mengubah lingkungan sosial dan memutus rantai peredaran narkoba di kalangan generasi muda.
Intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM
Eri menyatakan pemberantasan narkoba tidak cukup mengandalkan penindakan hukum. Pemkot akan menguatkan ekonomi lokal melalui program UMKM dan gerakan ekonomi mikro agar lingkungan berubah menjadi lebih positif.
Kami memberikan dukungan penuh pada kawasan rawan, seperti Jalan Kunti melalui program intervensi UMKM dan penguatan pergerakan ekonomi lokal agar iklim lingkungan berubah menjadi lebih positif
Program ini juga menargetkan tempat-tempat yang rentan menjadi pintu masuk peredaran narkoba, sekaligus menindak penjualan miras tanpa izin.
Peran agama dan pembinaan moral
Pemkot dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya sepakat memperkuat pendekatan keagamaan. Dakwah dan edukasi akan dipakai untuk menanamkan akhlakul karimah dan pemahaman agama yang menentang narkoba.
Menghilangkan narkoba tidak cukup hanya dengan penangkapan. Harus ada perubahan mindset dan penguatan akhlakul karimah. Ketika masyarakat menyadari bahwa barang tersebut haram dan merusak, dengan sendirinya mereka akan menjauhi
Program edukasi juga direncanakan berlangsung intensif selama Ramadan, dengan materi pencegahan narkoba disisipkan ke dalam ceramah dan khutbah tarawih.
Pelibatan warga dan penegakan
Eri meminta warga tidak bersikap pasif jika mengetahui peredaran narkoba atau miras. Masyarakat didorong melapor ke pemerintah kota, kepolisian, atau BNN apabila takut bertindak langsung.
Jangan pernah bermimpi narkoba dan miras hilang kalau kita sendiri diam. Jika warga takut bertindak langsung, segera laporkan ke Pemkot, Polrestabes, atau BNN. Kita punya Satgas Anti Premanisme untuk menindaklanjuti
Langkah penegakan juga mencakup tindakan terhadap penjual miras tanpa izin sebagai upaya pencegahan awal penyalahgunaan narkotika.
Strategi MUI: edukasi dari wilayah ke kelurahan
Ketua Umum MUI Kota Surabaya, KH Muhaimin Ali, menyatakan sosialisasi akan dijalankan sampai tingkat akar rumput. Surabaya dibagi wilayah Barat, Timur, Selatan, dan Utara untuk menjangkau lebih banyak kecamatan.
Kalau penanganannya dilakukan terstruktur dari wilayah turun ke kecamatan hingga kelurahan, pesan edukasi ini benar-benar bisa meresap ke semua lapisan masyarakat
MUI juga menyiapkan gerakan penyuluhan lewat masjid dan musala, bekerja sama dengan Pemkot, BNN Kota Surabaya, dan Polrestabes Surabaya.
- Pemkot Surabaya
- Majelis Ulama Indonesia Kota Surabaya
- BNN Kota Surabaya
- Polrestabes Surabaya
Dengan menggabungkan intervensi ekonomi, pendekatan keagamaan, dan pelibatan aparat serta masyarakat, Pemkot dan MUI berharap pencegahan narkoba berlangsung berkelanjutan dan menyentuh kehidupan sehari-hari warga, bukan sekadar deklarasi seremonial.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Gunakan Film untuk Promosi Desa
Novita Hardini membuka Workshop Film Trenggalek (3/11/2026) untuk mendorong pemuda mempromosikan 157 Desa Kr...
Pengembalian Rp138 Juta, Warga Jember Masih Tuntut Akses Pengelolaan Lahan
Uang Rp138 juta dikembalikan terkait dugaan pungutan KHDPK di Jember, namun warga masih menuntut kepastian a...
Pemkab Kediri Tekankan Perlindungan Nyata bagi Anak di HAN 2026
Pemkab Kediri menegaskan perlindungan anak harus nyata, menolak sekadar seremonial, saat puncak HAN 2026 di...
PDIP Soroti RAPBD Pasuruan 2027: Pinjaman Rp363 M, Pendidikan Rp5 M
Fraksi PDIP DPRD Pasuruan mencatat rencana pinjaman Rp363 miliar, penurunan PAD, bantuan keuangan Rp576,37 m...
11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik
Sebanyak 11 mahasiswa Unesa Kampus 5 Maospati melaporkan catcalling dan pengintaian; DPRD Magetan minta hear...
Puan: Transformasi Digital Jadi Tantangan Besar bagi Demokrasi
Puan Maharani peringatkan transformasi digital mengubah permainan demokrasi, menyorot penguasaan data, algor...