Bobby: Sumut Pintu Gerbang Indonesia Barat, Dorong Hilirisasi Sawit
Medan — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (12/5). Pertemuan menegaskan posisi strategis Sumut sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat dan peluang kerja sama ekonomi serta investasi dengan Australia.
Pertemuan dengan Duta Besar Australia
Pertemuan berlangsung dalam nuansa diplomasi ekonomi. Bobby memaparkan potensi geografis dan rencana penguatan sektor unggulan daerah untuk menarik investasi asing.
Dalam pertemuan itu, Gubernur turut didampingi beberapa pejabat daerah, antara lain:
- Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung
- Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap
- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Dedi Jaminsyah Putra
- Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga
Keunggulan geografis dan peluang investasi
Bobby menekankan posisi Sumut yang berada di jalur Selat Malaka sebagai keunggulan kompetitif. Lokasi ini dinilai membuka akses perdagangan internasional dan memudahkan konektivitas logistik dari dan ke kawasan barat Indonesia.
"Sumatera Utara memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat melalui Selat Malaka. Kondisi ini membuka banyak peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional, termasuk dengan Australia,"
Menurut Gubernur, keunggulan ini harus didukung oleh infrastruktur, regulasi yang kondusif, dan sinergi antar-pemerintah untuk memaksimalkan manfaat ekonomi bagi daerah.
Fokus pada hilirisasi kelapa sawit
Bobby juga menyoroti peran sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit, sebagai penopang utama ekonomi Sumut. Ia menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan hilirisasi kelapa sawit. Produk CPO tidak hanya diekspor, tetapi juga harus diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah,"
Hilirisasi diharapkan meningkatkan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat rantai nilai di wilayah. Pemerintah daerah akan mendorong investasi pengolahan serta kemitraan untuk mendukung proses ini.
Kinerja ekonomi dan langkah ke depan
Bobby memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2025 sebesar 4,53 persen. Ia mengatakan capaian ini harus dijaga melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan kualitas investasi.
Ke depan, Pemprov Sumut akan melanjutkan upaya promosi investasi, peningkatan infrastruktur pelabuhan dan transportasi, serta kolaborasi dengan mitra internasional termasuk Australia untuk merealisasikan potensi perdagangan dan pengolahan komoditas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemko Langsa Gelar Halaqah Ulama Dukung 22 Program Langsa Juara
Pemko Langsa menggelar Halaqah Ulama 2026 untuk memperkuat peran ulama mendukung implementasi 22 Program Ung...
Sungai Batang Sosa Berubah Coklat Diduga Tercemar Limbah PKS
Sungai Batang Sosa di Padanglawas berubah coklat pada 7 Juli; warga menduga akibat limbah PKS dan minta DLHK...
Bupati Simalungun Bawa Pelayanan Terpadu ke Raya Kahean
Bupati Simalungun kunjungi dua nagori di Raya Kahean, hadirkan pelayanan terpadu, pasar murah, dan paket ban...
Kebakaran Lahap Losmen dan 3 Rumah di Sinabang, Simeulue
Satu losmen dan tiga rumah di Sinabang, Simeulue, ludes terbakar dini hari; tak ada korban jiwa, kerugian di...
Sumut Siapkan SMK Pariwisata Boarding di Samosir, Biaya Ditanggung Pemprov
Gubernur Bobby Nasution umumkan SMK Pariwisata boarding di Samosir; lahan dan DED siap, semua biaya ditanggu...
Panitia: Harga Tiket PRSU 2026 untuk Dukung Ekonomi Kreatif
Panitia PRSU 2026 mengatakan HTM bukan sekadar akses, melainkan dukungan untuk ekonomi kreatif dan pelestari...