Sumut Percepat Peningkatan Puskesmas Rawat Inap usai Kasus Tapsel
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution memastikan Pemerintah Provinsi Sumut mempercepat program peningkatan Puskesmas rawat inap di wilayah terpencil menyusul peristiwa seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang harus ditandu sejauh 30 kilometer selama enam jam karena akses jalan rusak dan jarak ke fasilitas kesehatan jauh.
Percepatan program Puskesmas rawat inap
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5). Ia menyampaikan belasungkawa atas kejadian dan menegaskan masalah layanan kesehatan di daerah terpencil harus menjadi prioritas bersama.
“Kami dari provinsi menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau,”
Pemprov menargetkan percepatan peningkatan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya untuk fasilitas yang berjarak lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit. Program yang semula direncanakan mulai 2027 dipercepat tahun ini karena adanya dukungan bantuan dari pemerintah pusat.
“Puskesmas yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sudah kita siapkan dan dipercepat mulai tahun ini,”
Syarat kelayakan dan dukungan anggaran
Pemprov Sumut telah meminta pemerintah kabupaten/kota melakukan pengecekan standar fasilitas Puskesmas di wilayah masing-masing. Bila standar pelayanan terpenuhi, provinsi siap memberikan dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas dan layanan.
“Standarnya sudah ada. Ketika sudah memenuhi standar, Pemerintah Provinsi akan membantu agar Puskesmas tersebut bisa menjadi Puskesmas rawat inap,”
Bobby menekankan bahwa realisasi bantuan pembiayaan tetap bergantung pada pengajuan resmi dari pemerintah daerah. Pemerintah provinsi hanya menyiapkan dukungan keuangan setelah kebutuhan diajukan sesuai standar yang ditetapkan.
Perbaikan infrastruktur sebagai kunci akses
Selain menaikkan status fasilitas kesehatan, Pemprov Sumut juga mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan ke wilayah terpencil. Perbaikan jalan dinilai krusial supaya masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan cepat dan aman.
Langkah ganda ini—peningkatan kapasitas Puskesmas dan perbaikan akses jalan—diharapkan mengurangi kejadian serupa dan menurunkan risiko bagi pasien, khususnya ibu hamil dan pasien darurat.
Implikasi dan langkah ke depan
Percepatan program menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi merespons langsung masalah ketersediaan layanan dasar di daerah terpencil. Ke depan, kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi penentu keberhasilan program ini.
“Kita bukan hanya mendorong programnya, tetapi juga menyiapkan dukungan keuangannya. Tinggal bagaimana kabupaten dan kota mengajukan sesuai kebutuhan daerahnya,”
Jika pengajuan dan perbaikan infrastruktur berjalan sesuai rencana, warga di wilayah terpencil Sumut berpeluang mendapat layanan kesehatan lebih cepat dan lebih lengkap dalam beberapa tahun mendatang.
Berita Terkait
Polres Sabang Gelar Bakti Kesehatan di Sukajaya Sambut HUT Bhayangkara
Polres Sabang menggelar bakti kesehatan di Mako Polsek Sukajaya pada 9 Juni; 78 warga dan 5 balita mendapat...
Manuskrip Aceh Diduga di Malaysia, Tim Hukum Siapkan Langkah Internasional
Tim hukum kolektor manuskrip Aceh menyiapkan laporan internasional setelah naskah penting terkait Ar-Raniry...
Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia Jelang Hari Bhayangkara
Kapolres Langkat pimpin bedah rumah lansia di Hinai Kiri pada 8 Juni, serahkan 3.000 bata, 35 sak semen, dan...
Polsek Siantar Martoba Cepat Tindak Keributan di Cafe Cinta
Polsek Siantar Martoba merespons laporan via Call Center 110 dan membawa kedua pihak keributan di Cafe Cinta...
Simalungun Benahi 9 Ruas Jalan Provinsi, Pekerjaan Dimulai 2026
Peningkatan 9 ruas jalan provinsi di Simalungun mulai 2026 untuk percepat konektivitas, ekonomi, dan pariwis...
Polres Pematangsiantar Ungkap 31 Kasus 3C, 42 Tersangka Ditangkap
Polres Pematangsiantar mengungkap 31 kasus 3C dan menangkap 42 tersangka pada periode Jan–Jun 2026; puluhan...