Stok Beras Aman Hadapi El Nino, Bapanas Pastikan Cadangan Tertinggi
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman menghadapi ancaman El Nino. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026, setelah pemerintah memperkuat cadangan beras jauh sebelum fenomena cuaca diperkirakan terjadi.
Stok cadangan dan proyeksi pasokan
Amran menyebutkan stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini berada pada kisaran 5,2–5,3 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah memproyeksikan stok akhir tahun 2026 mencapai 16,24 juta ton.
Proyeksi itu berasal dari stok awal tahun sebesar 12,54 juta ton ditambah estimasi produksi beras 34,76 juta ton sepanjang 2026. Kebutuhan konsumsi nasional diperkirakan mencapai 31,1 juta ton, sehingga stok dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar lima bulan pada 2027.
"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Stok kita 5,2 sampai 5,3 juta ton,"
Penyaluran bantuan dan kebijakan pemerintah
Bapanas mencatat realisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah hingga 23 Juni 2026 telah mencapai 1,02 juta ton. Penyaluran dilakukan untuk berbagai program dan kebutuhan darurat.
- Bantuan pangan beras
- Program SPHP
- Tanggap darurat
- Golongan anggaran
Pemerintah juga memutuskan menambah bantuan pangan beras selama tiga bulan pada semester kedua 2026. Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan pangan masyarakat di tengah potensi cuaca ekstrem.
Harga beras dan stabilitas pasokan
Data Bapanas menunjukkan rata-rata harga beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di berbagai zona. Kondisi ini menandakan pasokan dan harga relatif stabil.
| Zona | Harga Rata‑rata (Rp/kg) | HET (Rp/kg) |
|---|---|---|
| Zona I | 13.080 | 13.500 |
| Zona II | 13.704 | 14.000 |
| Zona III (Maluku & Papua) | 15.244 | 15.500 |
Sementara itu, stok beras di Bulog tercatat mencapai 5,17 juta ton per 23 Juni 2026, mayoritas berasal dari pengadaan produksi dalam negeri.
Pemantauan dan langkah ke depan
Amran menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan produksi dan stok pangan nasional. Pemantauan intensif dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan tetap terjaga sepanjang menghadapi dampak El Nino.
"Insya Allah aman sampai Desember. Beras kita sampai Mei pun cukup,"
Dengan kombinasi peningkatan cadangan, penyaluran yang berjalan, dan kebijakan bantuan tambahan, pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan pangan nasional dalam beberapa bulan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...