Nasional

ASDP Uji Coba Sterilisasi Pelabuhan Merak dan Bakauheni

Bagikan:
Area pelabuhan dengan kendaraan dan petugas saat uji coba sterilisasi

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai uji coba sterilisasi kawasan di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni sejak 1 Juni 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kelancaran mobilitas penumpang serta distribusi logistik nasional.

Jadwal implementasi dan tujuan

Pelaksanaan dilakukan bertahap mulai 1 Juni 2026 dan direncanakan berlaku penuh pada 15 Juni 2026. Langkah ini bagian dari transformasi layanan penyeberangan menuju lingkungan pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan modern.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola pelabuhan.

"Penerapan kebijakan ini merupakan komitmen kami. Dalam menghadirkan tata kelola pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan modern,"

Sistem pengendalian dan pengawasan

Sterilisasi kawasan berfokus pada penguatan pengawasan dan pengendalian operasional. Akses keluar-masuk kendaraan dan personel akan ditata ketat, dilengkapi identifikasi dan kewajiban penggunaan alat pelindung diri.

Di Pelabuhan Merak, uji coba one gate system sudah dimulai sejak 25 Mei 2026. Sistem ini mengarahkan seluruh kendaraan reguler dan ekspres melalui satu akses utama untuk memperketat pengawasan arus lalu lintas.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni, ASDP mengembangkan sistem berbasis teknologi untuk memperkuat kontrol operasional.

  • Face recognition untuk identifikasi personel;
  • RFID untuk monitoring kendaraan;
  • CCTV dan sistem pemantauan terintegrasi.

Transportasi ramah lingkungan

Sebagai bagian dari program, ASDP mulai mengoperasikan kendaraan listrik dan shuttle bus listrik untuk menunjang mobilitas operasional di kawasan pelabuhan. Langkah ini sekaligus mendukung konsep Green Port.

"Langkah ini tidak hanya menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih tertib dan terkendali, tetapi juga mendukung pemanfaatan transportasi ramah lingkungan di lingkungan pelabuhan,"

Dampak operasi dan prospek ke depan

ASDP optimistis peningkatan tata kelola, pemanfaatan teknologi modern, dan prinsip berkelanjutan dapat menaikkan kualitas layanan. Dampak yang diharapkan meliputi pengurangan kepadatan antrean kendaraan, peningkatan keselamatan penumpang, serta efisiensi distribusi logistik nasional.

Dengan implementasi penuh pada pertengahan Juni, pengawasan arus kendaraan dan koordinasi antar pemangku kepentingan di pelabuhan diharapkan semakin efektif. Ke depan, langkah ini juga membuka peluang perluasan teknologi serupa di pelabuhan lain.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait