Nasional

Menbud: Arsip Filateli Kunci Memahami Sejarah Indonesia

Bagikan:
Pameran filateli menampilkan prangko, surat, dan dokumen pos bersejarah

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajak masyarakat memahami perjalanan sejarah Indonesia melalui arsip filateli. Ajakan itu disampaikan dalam pameran bertajuk "Filateli sebagai Arsip Kebudayaan dan Medium Membaca Sejarah Indonesia" pada Senin, 1 Juni 2026. Fadli menegaskan prangko, surat, dan dokumen pos bukan sekadar koleksi, melainkan sumber pengetahuan sejarah.

Pentingnya arsip filateli

Menurut Fadli, benda-benda pos merekam dinamika sosial, politik, dan kebudayaan dari waktu ke waktu. Ia menyebut arsip ini membantu memahami berbagai periode sejarah secara lebih utuh. Arsip filateli memuat jejak peristiwa yang berkaitan dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fadli mencontohkan bahwa melihat koleksi prangko dan surat memungkinkan publik menangkap "tanda zaman" yang kadang tak terlihat dalam dokumen resmi. Ia juga menegaskan perlunya pendekatan berbasis fakta saat menelaah masa lalu.

"Melalui arsip filateli. Kita dapat melihat berbagai tanda zaman yang merekam perubahan sosial, politik, dan kebudayaan dalam perjalanan bangsa,"
— Fadli Zon, 1 Juni 2026

Pameran sebagai sarana edukasi

Pameran tersebut diposisikan sebagai medium edukasi publik. Fadli menyatakan pameran memudahkan akses ke sumber autentik bagi berbagai kalangan. Dengan demikian, masyarakat dapat belajar sejarah tanpa hanya bergantung pada narasi tunggal.

  • Prangko berfungsi sebagai catatan visual dan simbolik peristiwa.
  • Surat dan dokumen pos menyimpan konteks komunikasi antaraktor sejarah.
  • Pameran memudahkan interpretasi bagi pelajar, peneliti, dan umum.

Mendorong sikap kritis terhadap sumber sejarah

Fadli juga mengajak masyarakat melihat dinamika sejarah secara kritis. Ia menyinggung periode pendudukan Jepang sebagai salah satu fase penting yang perlu dibaca dengan teliti. Pendekatan kritis, menurutnya, harus didasarkan pada fakta dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk hitam dan putih. Karena itu, generasi masa kini perlu melihat berbagai dinamika yang terjadi pada masa tersebut secara kritis berdasarkan fakta dan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan,"
— Fadli Zon

Implikasi dan langkah ke depan

Pameran ini bertujuan memperluas pemahaman publik tentang nilai historis arsip filateli. Dengan memposisikan prangko dan dokumen pos sebagai sumber, penyelenggara berharap generasi muda lebih akrab dengan jejak material sejarah. Ke depan, penyebaran koleksi digital dan program edukasi dapat memperkuat peran arsip filateli dalam kurikulum dan riset publik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait