Standar Baru: Kecantikan Alami dan Fokus pada Kulit Sehat
Lorient Summit 2026 menegaskan pergeseran standar kecantikan ke arah natural beauty yang menekankan kesehatan kulit. Pembicara acara pada Jumat, 13 Juni 2026, di JHL Solitaire Ballroom, Gading Serpong, menyorot kebutuhan personalized treatment dan peran filler berbasis hyaluronic acid dalam mencapai hasil alami dan tahan lama.
Perawatan yang dipersonalisasi dan skin booster
Pembicara menyampaikan bahwa pasien kini lebih aktif mencari informasi sebelum menjalani prosedur estetika. Perubahan ini mendorong tenaga medis untuk menyesuaikan perawatan berdasarkan kondisi setiap individu.
Lorient Elements disebut dapat mendukung pendekatan yang dipersonalisasi tersebut untuk meningkatkan kesehatan kulit jangka panjang. Keberhasilan treatment dinilai dari kemampuan menjaga kondisi kulit pasien, bukan hanya perubahan sesaat pada penampilan.
Perawatan yang banyak diminati saat ini adalah skin booster karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas kulit. Dokter memiliki peran penting dalam memberikan edukasi agar pasien mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan.
— dr. Fifin Marini
Peran filler dan kualitas produk
Diskusi pada acara juga mengangkat persepsi negatif yang masih melekat pada filler, seperti hasil yang tidak natural atau risiko perpindahan produk. Menurut pembicara, dua faktor utama menentukan hasil: kualitas produk dan kompetensi dokter.
Filler yang baik harus memberikan hasil natural, tidak mudah berpindah, serta memiliki hasil yang dapat diprediksi. Tren filler masih diminati masyarakat meskipun jenis produk yang digunakan terus berkembang.
— dr. Almond Wibowo
Filler berbasis hyaluronic acid (HA) kembali mendapat perhatian karena manfaatnya yang sulit sepenuhnya digantikan oleh prosedur lain. Beberapa kebutuhan estetika, kata pembicara, memang masih memerlukan filler untuk mencapai hasil optimal.
Implikasi tren untuk praktik estetika
Kesimpulan utama summit ini adalah pergeseran dari fokus semata pada perubahan rupa ke perhatian terhadap kesehatan kulit dan hasil alami. Tren menuntut tenaga medis untuk lebih edukatif, memilih produk berkualitas, dan menyusun rencana perawatan yang individual.
Dengan pendekatan ini, pasien diharapkan mendapatkan hasil estetika yang aman, sesuai karakter, dan bertahan dalam jangka panjang. Industri estetika diperkirakan akan terus mengembangkan produk serta standar praktik untuk memenuhi permintaan tersebut.
Perubahan standar ini memberi arah baru bagi klinik, produsen produk estetika, dan praktisi medis untuk menempatkan kesehatan kulit sebagai prioritas utama dalam upaya mencapai kecantikan yang alami.
Berita Terkait
BPOM Cegah Kelangkaan Obat Esensial di Tengah Kenaikan Biaya
BPOM berupaya mencegah kelangkaan obat esensial akibat kenaikan biaya produksi dengan dukungan ke industri d...
BPJS: Aturan Kontrol Baru Tak Berlaku untuk Pasien Darurat
BPJS Kesehatan tegaskan: aturan kontrol rutin mulai 1 Juni 2026 tidak menghalangi pelayanan darurat; pasien...
Terlewat Jadwal Kontrol BPJS? Begini Cara Tetap Dapat Layanan
Peserta BPJS yang terlewat jadwal kontrol masih bisa mendapat layanan dengan melakukan reservasi atau pendaf...
Apa itu Social Battery dan Cara Menjaga Energi Sosial
Social battery adalah kapasitas energi saat bersosialisasi; saat menurun, orang merasa lelah dan butuh waktu...
Sekolah Lansia Dorong Lansia Tangguh dan Kontribusi Ekonomi
Sekolah Lansia mengajarkan keterampilan kesehatan dan kewirausahaan agar lansia tetap aktif dan berkontribus...
Aturan Kontrol BPJS Berubah: Ketentuan Baru Mulai 1 Juni 2026
BPJS Kesehatan mengeluarkan aturan kontrol baru berlaku 1 Juni 2026: pasien wajib hadir persis pada tanggal...