Olahraga

FPTI Sumatra Barat Siap Jadi Lumbung Atlet Panjat Tebing

Bagikan:
Pelantikan Pengprov FPTI Sumatra Barat di Gedung Auditorium Gubernur Padang

FPTI Sumatra Barat dinilai memiliki modal kuat menjadi salah satu lumbung atlet panjat tebing nasional. Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Umum PP FPTI, Herry Heryawan, usai pelantikan Pengprov FPTI Sumatra Barat periode 2026-2030 pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026, di Gedung Auditorium Gubernur Sumatra Barat, Padang. Kepengurusan baru dituntut mengelola potensi daerah menjadi sistem pembinaan yang terukur, modern, dan berkelanjutan.

Potensi daerah dan bukti prestasi

Sumatra Barat memiliki karakter masyarakat yang tangguh dan dukungan alam untuk pengembangan olahraga panjat tebing. Menurut Herry, kombinasi itu bisa diubah menjadi sumber atlet berkualitas dengan pembinaan yang tepat.

Prestasi internasional menjadi bukti efektifnya pembinaan berjenjang. Contohnya, medali emas Olimpiade Paris 2024 pada nomor speed dan kemenangan Putra Tri Ramadani pada World Climbing Series Praha 2026 nomor Lead menunjukkan proses panjang dari daerah hingga tingkat nasional.

Strategi pembinaan yang diusung

Herry menegaskan beberapa pilar pembinaan yang harus diperkuat. Fokusnya meliputi pembinaan atlet usia muda, peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi berjenjang, dan penguatan sarana latihan.

  • Pembinaan usia dini dan junior
  • Peningkatan kompetensi pelatih dan wasit
  • Pembinaan kompetisi dari tingkat daerah hingga nasional
  • Peningkatan fasilitas latihan dan lokasi pemusatan latihan

"Sumatra Barat punya potensi besar menjadi salah satu lumbung atlet panjat tebing nasional. Tugas pengurus yang baru adalah bagaimana potensi itu dikelola menjadi sistem pembinaan yang terukur, modern dan berkelanjutan," kata Herry usai pelantikan.

Peran multipihak dan filosofi lokal

PP FPTI menyatakan komitmen mendukung pengprov, termasuk Sumatra Barat, dalam memperkuat pembinaan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan dianggap penting untuk memperluas cakupan pembinaan atlet.

"Di balik setiap medali ada proses panjang. Ada ribuan jam latihan atlet, dedikasi pelatih, dukungan keluarga, pemerintah dan kerja seluruh jajaran FPTI dari pusat sampai daerah. Karena itu, kalau kita ingin Merah Putih terus berkibar di panggung dunia, fondasinya harus kita perkuat dari daerah," ujar Herry.

Herry juga mengangkat falsafah Minangkabau, "alam takambang jadi guru", sebagai relevansi pembelajaran dari lingkungan sekitar. Ia berharap nilai keberanian, kecermatan, ketekunan, dan kerja keras dari tiap tebing menjadi karakter atlet Sumbar.

Kepengurusan baru dan langkah ke depan

Kepengurusan FPTI Sumatra Barat periode 2026-2030 dipimpin oleh Muhammad Zuhrizul sebagai Ketua Umum. Devi Erawati menjabat Wakil Ketua Umum, dan Andria Azhar menjadi Sekretaris Umum. Pelantikan dihadiri Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Masdianur, Kepala Dinas Pariwisata Lila Yanwar, Ketua KONI Hamdanus, serta jajaran pengurus dan insan panjat tebing Sumbar.

Herry menegaskan target pembinaan tak berhenti di tingkat PON. Ia berharap atlet Sumbar dapat bersaing di Asian Games, Kejuaraan Dunia, dan Olimpiade, serta terus mengibarkan Merah Putih di panggung internasional.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait