Kemenkes Perkuat Komunikasi Program Internship Dokter Indonesia
Kementerian Kesehatan menegaskan perlu penguatan komunikasi, keterbukaan, dan koordinasi dalam Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) setelah evaluasi pelaksanaan program di lapangan. Pernyataan itu disampaikan Direktur Pendayagunaan SDM Kesehatan Jeffri Ardiyanto dalam Sarasehan Kemerdekaan FKUI, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Inti evaluasi: komunikasi dan koordinasi
Jeffri menyatakan pembenahan komunikasi menjadi prioritas sebelum pemerintah mengkaji ulang tujuan, pelaksanaan, dan pengembangan PIDI secara menyeluruh. Ia menilai perbaikan komunikasi harus menyentuh fakultas, peserta, pendamping, orang tua, serta konsil kesehatan di tingkat provinsi dan pusat.
"Salah satu yang perlu kita perbaiki ini yang pertama adalah masalah komunikasi, masalah keterbukaan, masalah koordinasi. Sebelum kita menelaah kembali, mengkaji kembali terkait dengan program ini."
Rangka proses yang diawasi Kemenkes
Jeffri menjelaskan Kementerian Kesehatan mengelola seluruh tahapan PIDI, mulai dari rekrutmen, seleksi, verifikasi, hingga penempatan peserta. Laporan monitoring dan evaluasi juga meliputi penerbitan Surat Tanda Selesai Internship dan Surat Tanda Registrasi, sehingga setiap tahap perlu dicermati untuk menemukan titik lemah.
Ia menegaskan, "Di Kementerian Kesehatan mulai dari proses rekrutmen, kemudian nanti seleksi, verifikasi, kemudian melakukan penempatan. Kemudian sampai nanti kita monitoring dan evaluasi, sampai terbitnya STSI, sampai kemudian ke STR."
Data peserta dan mitigasi risiko
Hasil penelaahan awal mendorong kebutuhan informasi yang lebih lengkap tentang peserta sejak mereka masih di fakultas. Jeffri menyebut rekam kesehatan dan catatan aktivitas peserta berguna untuk mitigasi sebelum mereka mengikuti internship.
Menurutnya, beberapa masalah muncul karena informasi penting tidak disampaikan sejak awal. Kekurangan data ini menghambat tindak lanjut dan penanganan cepat ketika kasus terjadi di lapangan.
Tindak lanjut dan keterbukaan kementerian
Jeffri mengaku mulai menelaah PIDI setelah menangani dua kasus peserta yang meninggal usai dimutasi, dan ia mengikuti proses investigasi untuk memahami akar persoalan. Kementerian terbuka menerima masukan dan komplain sebagai bagian dari upaya perbaikan program.
"Kita terbuka terhadap komplain, kita tindaklanjuti, dan alhamdulillah selama ini juga presisi meskipun mungkin tidak semuanya kita bisa penuhi. Tapi setidaknya ini adalah komunikasi yang perlu kita tingkatkan."
Langkah perbaikan yang ditekankan meliputi peningkatan alur komunikasi antara pihak kampus, peserta, pendamping, serta koordinasi aktif dengan Konsil Kesehatan Indonesia di tingkat provinsi dan pusat. Perbaikan ini diharapkan meningkatkan keselamatan, akuntabilitas, dan kualitas pelaksanaan internship kedokteran di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Pemda Tangerang Perkuat Pencegahan Stunting 2026
Pemda Tangerang meningkatkan program gizi, edukasi, dan ASI untuk menekan 14.057 kasus stunting sepanjang 20...
Menkes: Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Jangan Tunggu Sakit
Menkes mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin setelah CKG 2026 menemukan lonjakan kasus hiperte...
Cek Kesehatan Gratis 2026 Temukan Hampir 1 Juta Kasus Hipertensi
Kemenkes temukan hampir 1 juta kasus hipertensi lewat Cek Kesehatan Gratis 2026; program juga catat penemuan...
Menkes Minta Perbaikan Layanan Kesehatan Usai Kasus Pasien BPJS
Menkes Budi Gunadi desak perbaikan layanan kesehatan setelah pasien BPJS menunggu delapan jam dan meninggal;...
Kemenkes Temukan E. coli pada Sampel Makanan Program MBG
Kemenkes menemukan bakteri E. coli di beberapa sampel makanan MBG; BGN diberi waktu hingga 10 Agustus 2026 u...
Flu dan Batuk Meningkat di Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kasus batuk, pilek, dan demam naik saat kemarau; warga diminta jaga daya tahan, waspadai tanda bahaya, dan p...