Kesehatan

Wamenkes: Operasi Katarak Pulihkan Penglihatan dan Kehangatan Keluarga

Bagikan:
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat konferensi pers di Rumah Sakit Khusus Mata Banyumas

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan operasi katarak tidak hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga mengembalikan momen kebersamaan keluarga. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Rumah Sakit Khusus Mata, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 7 Agustus 2026.

Operasi katarak kembalikan harapan keluarga

Dante menekankan bahwa tindakan bedah kecil ini memberi dampak sosial emosional. Ia mencontohkan kasus seorang ibu yang lama kehilangan kesempatan menyaksikan wisuda anak karena katarak. Kisah itu menggambarkan dampak penyakit mata terhadap kualitas hidup keluarga.

“Operasi katarak mengembalikan kesempatan masyarakat melihat kembali dan menikmati momen berharga bersama orang-orang tercinta. Penglihatan pulih menghadirkan harapan baru bagi kehidupan mereka,”

Skala kasus dan potensi penanganan

Berdasarkan penjelasan Wamenkes, jumlah kasus katarak di Indonesia diperkirakan mencapai 600 ribu hingga 650 ribu. Menurutnya, mayoritas kasus ini dapat ditangani melalui operasi yang relatif efektif.

“Katarak memang lebih sering menyerang usia lanjut. Tetapi banyak juga katarak yang dapat dicegah karena penyakit dasar yang menyertainya,”

Penjelasan ini menunjukkan perlunya pendekatan preventif selain layanan bedah. Fokusnya mencakup deteksi penyakit penyerta dan perbaikan akses layanan di fasilitas kesehatan.

Deteksi dini dan program pemeriksaan

Dante mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Ia menyoroti hubungan langsung antara stadium penyakit saat ditemukan dan peluang keberhasilan operasi.

“Kalau diketahui dalam stadium awal, maka operasi katarak angka keberhasilannya akan semakin tinggi. Semakin dini ditemukan, semakin tinggi angka keberhasilannya,”

Dengan pemeriksaan lebih dini, waktu tunggu untuk operasi bisa dipersingkat dan komplikasi dapat diminimalkan.

Implikasi pelayanan kesehatan mata

Pernyataan Wamenkes menegaskan perlunya penguatan program skrining mata di fasilitas primer dan distribusi layanan bedah mata yang merata. Intervensi ini bukan hanya soal fungsi penglihatan, tetapi juga kualitas hidup dan ikatan keluarga yang pulih setelah penglihatan kembali.

Upaya deteksi, pengobatan penyakit penyerta, serta akses operasi yang lebih baik menjadi kunci menurunkan beban katarak di Indonesia dan mengembalikan harapan bagi pasien serta keluarganya.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait