Korea Selatan Dorong Standar Baru Kecantikan Alami
Korea Selatan mendorong standar baru kecantikan alami lewat pendekatan estetika yang lebih personal dan ilmiah. Pernyataan ini disampaikan dr. Kim Sang Yup saat sesi Lorient Summit 2026 di JHL Solitaire Ballroom, Gading Serpong, Jumat, 13 Juni 2026, menanggapi perubahan preferensi pasien yang menginginkan hasil lebih natural namun tahan lama.
Pendekatan estetika Korea yang personal
Estetika Korea kini menekankan penyesuaian perawatan dengan karakter wajah setiap pasien. Dalam sesi yang digelar Haju Medical itu, dr. Kim menyoroti pentingnya analisis wajah menyeluruh sebelum menentukan tindakan klinis.
Menurutnya, tren bergerak dari perawatan seragam menuju solusi yang mempertahankan identitas wajah. Hal ini membuat praktik estetika membutuhkan kombinasi teknik, teknologi, dan pertimbangan estetika individual.
Peran dokter dan perencanaan tindakan
dr. Kim menjelaskan bahwa keberhasilan perawatan tidak hanya bergantung pada alat atau produk. Faktor penentu adalah pemahaman dokter terhadap kondisi pasien dan perencanaan yang matang.
Analisis wajah dan perencanaan tindakan jadi langkah penting agar hasil sesuai kebutuhan dan proporsi wajah pasien. Pendekatan ini juga mendukung praktik yang lebih aman dan berkelanjutan.
Inovasi produk dan pendidikan praktisi
Sesi juga mengangkat kebutuhan edukasi praktisi agar inovasi produk diterapkan dengan tepat. dr. Kim menekankan bahwa inovasi bukan hanya soal produk baru, tetapi juga cara pemakaian yang benar di klinik.
"Inovasi produk harus diiringi edukasi bagi para praktisi. Hal tersebut penting agar penggunaan produk dapat dilakukan secara tepat, aman, dan efektif," ujar dr. Kim Sang Yup.
Ia menambahkan bahwa Lorient menjadi salah satu inovasi yang mendukung perkembangan praktik estetika modern dengan fokus pada penggunaan yang evidence-based.
Dampak Lorient Summit bagi industri
Lorient Summit Symposium yang diselenggarakan Haju Medical memberikan wawasan tren estetika global dan mendorong diskusi tentang standar baru natural beauty. Acara ini menghadirkan pembahasan mengenai bagaimana menjaga keseimbangan antara hasil estetik dan keselamatan pasien.
Melalui kolaborasi internasional seperti ini, dr. Kim berharap praktik estetika di berbagai negara dapat bergerak menuju prosedur yang lebih personal, aman, dan berkualitas.
Kesimpulannya, perkembangan estetika Korea yang dipaparkan pada Lorient Summit menegaskan pergeseran menuju perawatan yang menonjolkan harmoni wajah dan identitas personal tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamenkes: Kasus Katarak di Indonesia Capai 600 Ribu
Wamenkes Dante: kasus katarak terdeteksi sekitar 600 ribu. Kemenkes dan Noor Dubai Foundation target 500 ope...
Kemenkes Perbarui Aturan Penempatan dan Jam Kerja Internship Dokter
Kemenkes atur 95% penempatan lokal dan batasi jam kerja internship dokter maksimal 40 jam per minggu, disert...
Wamenkes: Operasi Katarak Pulihkan Penglihatan dan Kehangatan Keluarga
Wamenkes Dante mengatakan operasi katarak pulihkan penglihatan sekaligus kembalikan momen kebahagiaan keluar...
Perdami: Operasi Katarak Kunci Atasi Penyebab Kebutaan di Indonesia
Perdami: katarak masih penyebab utama kebutaan; operasi katarak bisa pulihkan penglihatan dan didukung Noor...
Perwakilan Dokter: PIDI Harus Lindungi Peserta dan Pasien
Perwakilan Dokter Internship minta PIDI jadi proses pembelajaran aman; Kemenkes diminta kawal implementasi K...
Kemenkes Perkuat Komunikasi Program Internship Dokter Indonesia
Kemenkes minta perkuat komunikasi dan koordinasi dalam Program Internship Dokter Indonesia sambil evaluasi r...