Nasional

Kementan Kawal SPHP Jagung, Penyaluran Capai 127,43 Ribu Ton

Bagikan:
Distribusi jagung untuk pakan peternak dalam program SPHP yang diawasi Kementan

Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawalan program SPHP Jagung untuk menjaga pasokan pakan unggas. Hingga 23 Agustus 2026, penyaluran jagung untuk peternak mencapai 127,43 ribu ton dari pagu 213,20 ribu ton, menjangkau 28 provinsi dan 5.543 peternak.

Data penyaluran dan cakupan program

Berdasarkan pembaruan Perum BULOG per 24 Agustus 2026, program ini dilaksanakan bekerja sama dengan 100 koperasi dan asosiasi peternak. Pengawasan diarahkan agar penyaluran tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan peternak kecil.

Pagu SPHP (ton) Sudah disalurkan (ton) Sisa pagu (ton)
213.200 127.430 85.770

Kebijakan harga: melindungi petani dan peternak

Pemerintah menjalankan kebijakan jagung dari dua sisi. Pada sektor hulu terdapat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk melindungi petani. HPP ditetapkan sebesar Rp5.500/kg untuk jagung pipilan kering (kadar air 18-20%).

Jagung hasil pengadaan dikelola BULOG sebagai bagian dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan disiapkan sesuai standar kualitas pakan.

Pada sisi hilir, melalui program SPHP Jagung Pakan pemerintah memberikan subsidi harga sehingga peternak dapat membeli jagung di gudang BULOG dengan harga Rp5.000/kg, sementara harga maksimal sampai tingkat peternak ditetapkan Rp5.500/kg.

Pengawalan dan pemantauan penyaluran

Kementan, lewat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengawal data penerima dan kondisi penyaluran di lapangan. Pengawasan ini dimaksudkan agar pasokan benar-benar sampai ke peternak yang membutuhkan.

"Yang kami jaga bukan hanya ketersediaan jagung pakan, tetapi bagaimana pasokan sampai kepada peternak," ujar Tri Melasari, Direktur Pakan Kementan, di Jakarta, 25 Agustus 2026.

Aspirasi peternak dan tindak lanjut kebijakan

Permintaan perpanjangan SPHP muncul setelah aspirasi peternak disampaikan pada Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya, 11 Agustus 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta SPHP dilanjutkan hingga akhir tahun selama kebutuhan masih ada.

"Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," kata Amran.

Rencana penambahan kuota dan prospek

Bapanas mengusulkan tambahan kuota 150 ribu ton SPHP Jagung Pakan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Usulan ini akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas dan menunggu keputusan lebih lanjut.

Jika direalisasikan, penambahan kuota diharapkan menekan biaya produksi peternak, menjaga kelangsungan produksi unggas, serta memastikan pasokan protein hewani bagi masyarakat.

Kementan menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan bersama Bapanas, BULOG, pemerintah daerah, koperasi, dan asosiasi peternak agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan kedua pihak: petani dan peternak.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait