Kemendikdasmen Pulihkan Trauma Murid Terdampak Gempa NTT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberi dukungan psikososial untuk murid dan guru terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini bagian dari pemulihan pascabencana selain perbaikan sarana pendidikan. Pernyataan disampaikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pendampingan psikososial terfokus
Mendikdasmen menilai pemulihan kondisi mental warga sekolah krusial agar proses belajar dapat berjalan kembali. Pendampingan dilaksanakan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan program lokal KRESNA untuk membangun semangat anak serta menurunkan tingkat trauma.
"Anak-anak kita dibuat ceria, gembira. Kami bekerja sama dengan semua pihak agar masyarakat, terutama anak-anak, terbebas dari trauma,"
Tanda-tanda trauma pada murid
Ketua Divisi Program Kebencanaan KRESNA HIMPSI, Yuria Ekalitani, mengatakan banyak murid masih menunjukkan gejala kecemasan akibat gempa susulan. Gejala yang dilaporkan antara lain:
- sulit tidur;
- takut berada di rumah;
- kesulitan berkonsentrasi;
- selalu khawatir gempa akan terjadi lagi.
Kegiatan Tenda Gembira dan teknik stabilisasi
HIMPSI menggelar kegiatan Tenda Gembira yang menitikberatkan pada permainan terstruktur. Aktivitas ini dirancang untuk mengalihkan perhatian, membangun kembali rasa aman, dan mengajarkan teknik stabilisasi emosi untuk mengelola ketakutan serta kecemasan pascabencana.
Dukungan untuk guru dan tenaga kependidikan
Selain murid, guru dan tenaga kependidikan mendapat psikoedukasi dan dukungan psikologis awal. Program SAPA dilakukan untuk menyapa guru terdampak dan mengidentifikasi kondisi psikososial mereka sehingga intervensi dapat disesuaikan.
"Untuk bisa lebih terlatih, guru perlu mendapatkan pelatihan untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa didik,"
Hasil awal dan langkah ke depan
Beberapa peserta melaporkan perbaikan. Seorang murid, Felix Axelleon Naweng, mengatakan pendampingan membantu menenangkan dirinya.
"Setelah ada kegiatan tersebut, saya sudah lebih fokus dan tenang ketika bercerita tentang gempa,"
Kemendikdasmen menyatakan pemulihan pendidikan akan dilakukan bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah dan mitra terkait. Tujuannya agar murid dan guru dapat kembali beraktivitas pendidikan dalam kondisi aman dan nyaman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...