Nasional

Sekolah Rakyat Jadi Strategi Negara Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Bagikan:
Ilustrasi Sekolah Rakyat dan anak-anak dari keluarga miskin

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan pemerintah akan "menjemput" anak keluarga miskin lewat program Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Bupati Nias Barat dan Sekda Grobogan di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026. Program ditargetkan menyasar keluarga miskin pada desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sasaran dan target program

Agus menegaskan prioritas pertama adalah anak dari desil 1. Jika kapasitas belum terisi, baru menangani desil 2. "Saya ingatkan kalau sudah jadi, untuk desil 1. Kalau desil 1 belum memenuhi, baru ke desil 2. Jadi maksimal desil 2," ujarnya.

Dia menyebut kapasitas Sekolah Rakyat tahun ini baru sekitar 43 ribu siswa. Target pemerintah meningkat menjadi 1 juta siswa pada 2029 untuk mengejar sekitar 4,1 juta anak yang belum mendapat akses pendidikan.

Konsep: pendidikan berasrama

Program ini menerapkan konsep pendidikan berasrama. Anak tidak hanya belajar di kelas tetapi juga tinggal dalam lingkungan yang mendukung kebutuhan dasar seperti gizi dan sanitasi. Tujuannya, kata Agus, agar anak-anak tidak tumbuh dalam lingkungan kemiskinan.

"Jadi tujuannya untuk memutus transmisi kemiskinan antar generasi lewat pendidikan. Pak Presiden Prabowo maunya begitu,"

"Negara menjemput orang-orang miskin ini sejak dini. Supaya kemudian anak-anak ini tidak hidup dalam lingkungan kemiskinan,"

Kesiapan daerah: Nias Barat dan Grobogan

Beberapa daerah sudah menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat. Kabupaten Nias Barat menyediakan lahan seluas 8,6 hektare di Simaeasi, Kecamatan Mandrehe. Bupati Eliyunus Waruwu menyatakan semua persyaratan lahan telah dipenuhi.

"Kemarin sudah komplit sampai sertifikat sudah selesai dan tim dari balai juga sudah turun. Memenuhi syarat (dengan luas) 8,6 hektare,"

Grobogan juga menyiapkan lahan seluas 6,75 hektare di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi. Lokasi itu berada di kawasan permukiman perkotaan dan dekat fasilitas publik seperti rumah sakit.

"Lokasinya sangat strategis berada di kawasan pemukiman perkotaan. Tentunya juga dekat dan memiliki dukungan infrastruktur strategis," kata Sekda Grobogan Anang Armunanto.

Data penting

Program ini masih menghadapi jurang antara kebutuhan dan kapasitas. Agus menyebutkan angka anak tanpa akses pendidikan dan target pemerintah untuk beberapa tahun ke depan.

Indikator Angka
Anak belum mendapat akses pendidikan 4,1 juta
Kapasitas Sekolah Rakyat saat ini 43.000 siswa
Target kapasitas pada 2029 1.000.000 siswa
Populasi Nias Barat 97.856 jiwa
Persentase penduduk miskin Nias Barat 22,47%

Langkah berikutnya

Pemerintah meminta daerah mempercepat persiapan lokasi yang sudah clear and clean. Agus berharap daerah yang memenuhi syarat segera melengkapi administrasi untuk masuk tahap pembangunan berikutnya.

"Kita berjuang supaya yang mengusulkan dan sudah clear and clean itu masuk di tahun ini,"

Bupati Nias Barat berharap Sekolah Rakyat memberi peluang pendidikan yang lebih baik bagi keluarga miskin di daerahnya. Menurutnya, program itu merupakan jawaban atas kebutuhan daerah dengan angka kemiskinan yang masih tinggi.

Jika pelaksanaan dipercepat dan kapasitas ditingkatkan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas jangkauan dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait