Nasional

Prabowo: Program MBG Capai 62 Juta Penerima Manfaat

Bagikan:

Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 62 juta penerima manfaat per 27 Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Capaian program dan jaringan dapur MBG

Presiden menyebut pemerintah membangun puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur itu menjadi salah satu faktor utama perluasan jangkauan program.

"Kita telah membangun puluhan ribu dapur umum MBG. Bahkan, MBG sudah sekarang dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat,"

Tantangan dan perbaikan program

Prabowo mengakui program ini besar dan menghadapi banyak tantangan operasional. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memperbaiki kekurangan yang ada agar manfaat program optimal.

"MBG adalah program yang besar, tantangannya banyak, kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,"

Presiden juga menekankan prioritas penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia. Ia menuturkan fokus utama adalah memastikan kelompok rentan benar-benar menerima gizi yang layak.

"Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil. Kita selesaikan semuanya,"

Perkenalan Kepala Badan Gizi

Dalam kesempatan itu, Prabowo memperkenalkan Kepala Badan Gizi (BGN) yang baru, Sudaryono, kepada ribuan kader NU. Sudaryono baru dilantik sebulan lalu menggantikan Nanik S Deyang.

"Kepala BGN yang baru sudah ada di sini. Ini anak muda yang jantungnya kuat,"

Dukungan PBNU

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyatakan dukungan organisasi terhadap kerja sama dengan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Nahdlatul Ulama dan bangsa.

"Apabila Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat maslahat yang nyata bagi warganya, tidak ada jalan lain harus bekerja sama dengan pemerintah. Di antara prinsip penting dari jam'iyah ini adalah bagaimana kami mampu mengoordinasikan berbagai macam ikhtiar dengan pelaksanaan agenda-agenda dan program-program pemerintah,"

Dengan pernyataan dan penegasan tersebut, pemerintah menegaskan keberlanjutan program MBG sambil memperbaiki pelaksanaannya. Para pihak terkait diharapkan terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi gizi menyasar kelompok rentan secara efektif.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait