Politik

Soekarno Cup 2026 Terapkan Wasit Liga 1 dan VAR di Semifinal-Final

Bagikan:
Pertandingan Soekarno Cup 2026 dengan penggunaan wasit profesional dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 menghadirkan wasit Liga 1 dan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada babak semifinal dan final untuk menjaga objektivitas, transparansi, dan sportivitas turnamen yang diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi. Semifinal digelar 21 Agustus 2026, sedangkan final dijadwalkan 24 Agustus 2026.

Standar perangkat pertandingan dinaikkan

Panitia memilih wasit berlisensi Liga 1 untuk memimpin laga-laga penting. Langkah ini dimaksudkan meningkatkan kualitas dan independensi perangkat pertandingan sekaligus menjaga kredibilitas kompetisi.

"Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari upaya panitia menjaga obyektivitas pertandingan sekaligus memastikan setiap laga berlangsung secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas," kata Deni Wicaksono, Pengarah Panitia Soekarno Cup.

Peran VAR pada fase akhir

VAR akan dioperasikan khusus pada semifinal dan final untuk meninjau momen krusial. Pengawasan mencakup penilaian gol, keputusan penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.

Menurut panitia, penggunaan VAR pada fase akhir bersifat strategis karena tekanan pertandingan lebih tinggi dan keputusan perangkat pertandingan berpotensi menentukan hasil kompetisi.

VAR bukan pengganti wasit

Panitia menekankan bahwa teknologi hanya menjadi alat bantu. Keputusan akhir tetap berada pada wasit di lapangan, sementara VAR memberi informasi tambahan untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat.

"Karena itu, kombinasi antara wasit yang profesional, perangkat pertandingan yang netral, dan teknologi pendukung menjadi formula penting untuk membangun pertandingan yang obyektif," ujar Deni.

Dampak bagi pembinaan pemain muda

Penerapan standar profesional bukan sekadar soal teknis penyelenggaraan. Bagi pemain muda, tampil di turnamen yang menerapkan standar tinggi memberi pengalaman nyata menghadapi tekanan pertandingan dan menghormati keputusan wasit.

Panitia menyatakan bahwa exposure ke lingkungan kompetisi yang objektif dan transparan menjadi investasi jangka panjang dalam proses pembinaan.

"Pemain tidak hanya belajar mengenai teknik dan taktik, tetapi juga belajar menghadapi tekanan pertandingan, menghormati keputusan perangkat pertandingan, menjaga disiplin, dan memahami pentingnya fair play," jelas Deni.

Rekam jejak dan prospek

Soekarno Cup rutin digelar sejak 2023, dengan edisi sebelumnya di Jakarta dan Bali. Tahun ini turnamen mengumpulkan 400 talenta dari 16 provinsi, dan penggunaan wasit berkualitas serta VAR dipandang sebagai langkah memperkuat ekosistem kompetisi usia muda.

Panitia menegaskan komitmen untuk membangun kompetisi yang profesional, objektif, dan berorientasi masa depan sebagai bagian dari pembinaan sepak bola usia muda.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait