Ribuan Anak Ikut Karnaval Budaya TK-PAUD di Pohjentrek
KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, resmi membuka dan memberangkatkan ribuan peserta Karnaval Budaya tingkat TK, RA, dan PAUD se-Kecamatan Pohjentrek pada Kamis, 20 September 2026. Acara digelar untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia sejak usia dini dengan pengibaran bendera start oleh Zaini.
Peserta dan suasana acara
Karnaval yang merupakan agenda tahunan itu diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan anak usia dini dari berbagai desa di Pohjentrek. Para siswa tampil mengenakan pakaian adat nusantara dan kostum kreasi budaya lokal yang menarik perhatian warga.
Sepanjang rute, anak-anak tampil diiringi musik tradisional dan drum band sekolah. Penonton berjubel di sisi jalan utama Kecamatan Pohjentrek untuk menyaksikan pawai secara langsung.
Pendapat penyelenggara dan pesan pendidikan
Dalam sambutannya, Muhamad Zaini memberi apresiasi atas penyelenggaraan acara. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter bagi anak-anak.
Pendidikan karakter dan penanaman rasa cinta tanah air harus dimulai sejak usia dini. Melalui karnaval budaya ini, anak-anak belajar mengenal identitas bangsanya dengan cara yang menyenangkan
Zaini juga menyampaikan terima kasih kepada guru dan orang tua yang aktif mempersiapkan peserta. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar untuk memperkuat identitas budaya anak-anak di wilayahnya.
Sinergi, pengamanan, dan partisipasi masyarakat
Penyelenggara menilai sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses acara. Peran aktif semua pihak membantu kelancaran persiapan dan pelaksanaan karnaval.
Acara berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan pihak terkait. Langkah pengamanan ini ditujukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan peserta cilik selama pawai.
Dampak lokal dan penutup
Karnaval budaya di Pohjentrek berhasil menyedot perhatian ribuan warga dan memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi. Kegiatan semacam ini dinilai mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi media pendidikan yang menyenangkan.
Ke depan, pihak sekolah dan pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat program serupa untuk memperluas jangkauan pembelajaran budaya pada anak usia dini.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Festival Nyusu Bareng Batu Hadiahkan Anakan Sapi untuk Peternak
Festival Nyusu Bareng di Dusun Brau, Kota Batu bagikan 1.500 cup susu dan hadiah anakan sapi untuk dorong ke...
Haornas ke-43 Trenggalek: Ribuan Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih
Haornas ke-43 di Trenggalek menggabungkan jalan sehat dengan aksi memungut sampah sepanjang rute untuk memba...
Deni Wicaksono: Pemprov Jatim Diminta Susun Data Pasar Tradisional
Deni Wicaksono mendesak Pemprov Jatim menyusun basis data pasar tradisional di 38 kabupaten/kota agar interv...
Wali Kota Surabaya Ingatkan: Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan
Wali Kota Surabaya peringatkan warga agar tidak meminjamkan KTP untuk pembelian kendaraan karena dapat mengg...
DPRD Batu Panggil Pengembang Proyek Wisata di Sumberbrantas
Komisi B DPRD Kota Batu panggil pihak proyek wisata Sumberbrantas untuk klarifikasi izin, AMDAL, dan dampak...
Ketua DPRD Surabaya: RT/RW Harus Lebih Peduli Kasus Keluarga Ibu Tomo
Ketua DPRD Surabaya minta RT/RW peka setelah temukan keluarga Ibu Tomo; rumah dibedah dan Dinsos tangani unt...