Politik

Ketua DPRD Surabaya: RT/RW Harus Lebih Peduli Kasus Keluarga Ibu Tomo

Bagikan:

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak warga, khususnya RT dan RW, untuk lebih peka terhadap kondisi tetangga setelah menemukan keluarga Ibu Tomo tinggal di rumah tidak layak huni, Kamis 1/10/2026 di Pakal Timur Baru.

Temuan itu memicu upaya cepat penanganan: rumah masuk program Dandan Omah dan Dinas Sosial menjemput Ibu Tomo untuk perawatan di Lingkungan Pondok Sosial pada Jumat 2/10/2026.

Temuan kondisi keluarga

Syaifuddin yang akrab disapa Kaji Ipuk mendatangi lokasi bersama istrinya setelah menerima laporan saat reses. Ia menemukan rumah berbau, banyak sampah, dan kondisi penghuni yang memprihatinkan.

Ibu Tomo dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan dan memiliki kebiasaan menimbun sampah di dalam rumah. Suaminya tidak bekerja, sehingga kebutuhan keluarga ditopang anak yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Reaksi langsung dan kutipan

Setelah melihat kondisi itu, Syaifuddin segera mengambil langkah agar perbaikan dan penanganan kesehatan berjalan bersamaan.

"Saya ke lokasi rumahnya langsung. Sangat tidak layak. Rumahnya bau sampai saya harus pakai masker. Kondisi begini mestinya harus diketahui sejak dini. Ini sudah menumpuk sampahnya,"

Ia kemudian memasukkan rumah tersebut dalam program bedah rumah. Awalnya ada penolakan dari Ibu Tomo, namun setelah diberi pengertian program dapat dilanjutkan.

Tindak lanjut Dinas Sosial dan proses perbaikan

Kurang dari 24 jam setelah kunjungan, petugas Dinas Sosial menjemput Ibu Tomo untuk mendapatkan perawatan di Liponsos. Langkah ini bertujuan memudahkan renovasi sekaligus memastikan perawatan yang diperlukan.

Syaifuddin juga berkoordinasi dengan instansi terkait agar renovasi rumah dan penanganan sosial berjalan paralel.

Ajakan kepada RT, RW, dan masyarakat

Legislator itu menekankan bahwa RT dan RW adalah pihak terdekat yang paling mengetahui kondisi warga. Ia meminta agar pelaporan masalah segera dilakukan sehingga bantuan pemerintah tidak terlewatkan.

Ia menegaskan urgensi kepedulian di tingkat lingkungan dan kesiapan Pemkot Surabaya memberikan intervensi.

  • Beasiswa
  • Bedah rumah atau Dandan Omah
  • Bantuan sosial

"Laporkan ke RT dan RW. Pemkot Surabaya punya banyak program intervensi untuk warganya. Saya akan mengawal betul sampai hak warga terpenuhi,"

Implikasi dan langkah ke depan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan kepedulian komunitas sangat menentukan keberhasilan penanganan sosial. Dengan peran aktif RT/RW dan koordinasi dinas, diharapkan warga rentan mendapat akses bantuan lebih cepat dan menyeluruh.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait