Sekolah Nasional Terintegrasi Beroperasi, 1.360 Siswa Mulai Tahun Ajaran
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai beroperasi dan menampung sekitar 1.360 siswa pada tahun ajaran baru. Peluncuran ini dilakukan pemerintah sebagai upaya memperluas pemerataan dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah yang tertinggal. Pengumuman resmi disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Data dan jangkauan SNT
Hingga saat ini terdapat 17 SNT yang beroperasi di 17 kabupaten/kota di 13 provinsi. Pemerintah juga sedang membangun 20 lokasi tambahan untuk memperluas cakupan program.
Langkah ini dilatarbelakangi data capaian mutu pendidikan yang timpang. Menurut catatan Kemendikdasmen per 30 Juni 2025, hanya 263 dari 7.288 kecamatan yang memiliki SMP dan SMA terakreditasi A. Sekolah bermutu tinggi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan Papua hanya memiliki empat sekolah bermutu tersebar di tiga kecamatan.
Komposisi siswa dan kelas
Angkatan pertama SNT terdiri dari siswa jenjang SMP dan SMA. Untuk tiap SNT ditetapkan kelas kecil agar pembelajaran intensif bisa berjalan.
"Saat ini karena baru dibuka, dan baru masa pengenalan lingkungan sekolah, artinya baru angkatan pertama untuk SNT ini. Untuk jenjang SMP ada 20 orang dan 2 kelas, kemudian SMA 20 orang, sehingga dari total 17 SNT yang beroperasi ada sekitar 1.360 siswa,"
— Fahd Pahdepie, Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI
Fasilitas dan tenaga pendidik
Pemerintah menyiapkan fasilitas yang mendukung pembelajaran bermutu. Fasilitas tersebut disusun untuk mendukung minat dan bakat siswa berprestasi.
- Perpustakaan dengan akses e-journal global
- Ruang diskusi dan pusat olahraga
- Kendaraan antar-jemput siswa
Sampai sekarang, 17 SNT telah memiliki 17 kepala sekolah dan 204 tenaga pendidik. Rasio guru terhadap siswa dirancang sangat kecil untuk mendukung pembelajaran intensif.
"Artinya 1 banding 6, 1 guru menangani 6 murid. Ini satu desain yang sangat ideal untuk sebuah sekolah yang ingin mencetak para lulusan atau mendidik siswa berprestasi, sesuai dengan visi Bapak Presiden,"
— Fahd Pahdepie
Model pembelajaran dan tujuan
SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran. Siswa mengikuti kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEM, seni, dan olahraga.
Selain itu, SNT dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah. Fungsi ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, dan kemitraan dengan sekolah sekitar.
Target ke depan
Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 satuan pendidikan SNT di seluruh Indonesia. Jika terwujud, program ini diharapkan mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah dan membuka peluang siswa berprestasi dari berbagai wilayah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
81 Pesawat dan Helikopter Hiasi Langit Istana pada HUT ke-81 RI
Sebanyak 81 pesawat dan helikopter ikut latihan gladi kotor di Istana Merdeka pada 12 Agustus 2026 untuk mem...
Dirjen Imigrasi: PNBP Capai Rp6,5 Triliun hingga Agustus 2026
Ditjen Imigrasi melaporkan PNBP Rp6,5 triliun hingga Agustus 2026, naik 6,68%; layanan visa jadi penyumbang...
173 Penumpang Dievakuasi dari Kapal Terbakar di Selat Lombok
Kebakaran kapal di Selat Lombok, 173 penumpang dievakuasi; 172 selamat dan 1 meninggal. Operasi SAR gabungan...
KAI Tawarkan Diskon 17% untuk Tiket 17 Agustus, Pesan Mulai 14 Agustus
KAI beri diskon 17% untuk tiket ekonomi pada 17 Agustus 2026; pemesanan dibuka 14 Agustus 2026 pukul 00.01 W...
Persiapan Sidang Tahunan MPR Capai 90% Jelang 14 Agustus
Persiapan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD mencapai 90% menjelang 14 Agustus 2026, dengan gladi...
Bappenas: Ekonomi Hijau Kunci Hadapi Perubahan Iklim
Bappenas dorong ekonomi hijau lewat GIFT untuk memperkuat investasi hijau, ciptakan green jobs, dan tangani...