BSN: Hampir 10 Ribu SNI Aktif hingga Mei 2026
Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat 9.940 Standar Nasional Indonesia (SNI) aktif hingga akhir Mei 2026. Data ini disampaikan Plt. Kepala BSN, Donny Purnomo Januardhi Effyandono, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Tujuan peningkatan standar adalah memperkuat perlindungan konsumen dan daya saing produk dalam negeri.
Jumlah SNI dan capaian sertifikasi
Donny menyatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan penerapan standar nasional di berbagai sektor. Selain jumlah SNI aktif, BSN mencatat penerbitan lisensi tanda SNI sebanyak 568 dari target 1.000 lisensi.
“Sampai dengan akhir Mei 2026 terdapat 9.940 SNI aktif. Kemudian penerbitan 568 lisensi tanda SNI dari target 1.000 lisensi,” kata Donny.
Distribusi SNI menurut sektor
Berdasarkan data BSN, sektor teknologi perekayasaan menjadi pemegang SNI terbanyak. Berikut rincian SNI aktif per sektor:
| Sektor | SNI aktif |
|---|---|
| Teknologi perekayasaan | 2.524 |
| Pertanian dan teknologi pangan | 1.990 |
| Teknologi khusus | 1.650 |
| Konstruksi | 733 |
| Elektronik, TI, dan komunikasi | 547 |
Donny menambahkan bahwa ketersediaan SNI kini mencakup sekitar 40% dari seluruh jenis produk yang beredar di Indonesia. Angka ini menurutnya masih akan terus ditingkatkan untuk memperluas perlindungan konsumen.
Dorongan sertifikasi untuk UMKM
Selain memperluas penerapan SNI, BSN menargetkan peningkatan sertifikasi untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Donny menyatakan sertifikasi SNI penting untuk memperkuat daya saing produk UMKM di pasar domestik dan internasional.
“SNI seharusnya untuk perlindungan konsumen itu bisa diwajibkan. Agar masyarakat bisa memperoleh perlindungan yang lebih baik,” ujar Donny.
BSN bersama Komisi VII DPR RI menyepakati target peningkatan sertifikasi produk UMKM menjadi 1.050 produk per tahun. Langkah ini dimaksudkan membuka akses pasar dan meningkatkan kualitas produk UMKM.
Implikasi dan langkah ke depan
Peningkatan jumlah SNI dan target sertifikasi menunjukkan fokus kebijakan pada kualitas produk dan perlindungan konsumen. Ke depan, tantangan utama adalah mempercepat penerbitan lisensi tanda SNI dan memperluas adopsi standar di kalangan pelaku usaha, khususnya UMKM.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...