Prabowo Kenang Pelatihan di Jerman 1981 Saat Jamuan Steinmeier
Presiden Prabowo Subianto mengenang pengalamannya menjalani pelatihan di Jerman pada 1981 saat menjamu Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Momen itu disampaikan dalam jamuan santap siang kenegaraan yang juga dihadiri Ibu Negara Jerman Elke Büdenbender.
Kenangan pribadi dan pesan diplomatik
Dalam sambutan pembuka, Prabowo menempatkan pengalamannya di Jerman sebagai bagian dari ikatan historis antara kedua negara. Ia menilai hubungan bilateral sejatinya berakar jauh sebelum 74 tahun diplomasi resmi, terutama melalui interaksi akademis dan ilmiah.
"Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia, selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita. Membuat Jerman menjadi salah satu mitra penting di Eropa," kata Presiden Prabowo.
Pelatihan 1981 dan pengaruh Jerman
Prabowo menyebut pengalamannya mengikuti pelatihan di Jerman pada 1981 sebagai momen yang memberi kesan mendalam. Ia menggunakan kenangan itu untuk menegaskan nilai disiplin, inovasi, dan penghormatan terhadap institusi yang bisa diadaptasi Indonesia.
"Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Saya berharap kunjungan anda dapat semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini," ujar Presiden.
Fondasi sejarah dan contoh tokoh
Presiden menyinggung tokoh penting yang menautkan Indonesia dengan Jerman, yakni Presiden ketiga RI, BJ Habibie, yang menempuh pendidikan dan awal kariernya di sana. Menurut Prabowo, pengalaman tokoh-tokoh seperti Habibie memperkuat fondasi historis hubungan kedua negara.
"Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi. Presiden ketiga Indonesia juga memiliki pengalaman panjang menempuh pendidikan dan bekerja di Jerman," ujarnya.
Ruang kerjasama yang berkembang
Prabowo menyatakan hubungan kini meluas ke berbagai bidang dan terus berkembang. Dia menyorot kerja sama yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
- Ekonomi dan investasi
- Pendidikan dan riset
- Kebudayaan dan pertukaran ilmiah
Harapan ke depan
Menutup sambutan, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Steinmeier dan mendoakan kesehatan serta kemajuan bagi kedua negara. Ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di tengah ketidakpastian global.
"Saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenbender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat," ujar Presiden.
Dengan latar historis dan pengalaman pribadi para pemimpin, Indonesia dan Jerman bergerak menuju penguatan hubungan yang lebih pragmatis dan berorientasi pada manfaat luas bagi kedua masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...