Komisi VII Dukung Tambah Anggaran Kemenekraf Rp1,7 Triliun
Komisi VII DPR menyatakan dukungan terhadap usulan penambahan anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sekitar Rp1,7 triliun. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII, Rahayu Saraswati, pada rapat kerja dengan Kemenekraf, Senin 15 Juni 2026. Dukungan diberikan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif yang banyak dikelola generasi muda dan dianggap berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Alasan dukungan Komisi VII
Rahayu Saraswati, yang akrab disapa Sara, menilai pemerintah perlu serius mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, anggaran saat ini belum sebanding dengan potensi dan kebutuhan pelaku kreatif di daerah.
Ekonomi kreatif sebenarnya salah satu harapan kita untuk pertumbuhan ekonomi. Ini mengingat banyaknya anak-anak muda Indonesia yang mayoritas bergerak di bidang itu.
Sara menekankan pentingnya program yang langsung menyasar masyarakat dan pelaku kreatif lokal. Ia juga berharap proporsi program di lapangan lebih banyak dibandingkan fokus manajemen.
Kami sangat mendukung lebih banyak program yang bisa langsung menyasar masyarakat dan sesuai kebutuhan di lapangan; bahkan, kalau bisa lebih banyak programnya daripada manajemennya.
Tujuan penambahan anggaran
Penambahan anggaran sekitar Rp1,7 triliun diusulkan untuk memperluas cakupan program Kemenekraf. Tujuan utamanya adalah meningkatkan dampak ekonomi nyata dan pemberdayaan talenta kreatif, terutama generasi muda yang mendominasi sektor ini.
Tiga program unggulan Kemenekraf
Kemenekraf menyiapkan tiga program flagship yang fokus pada optimalisasi potensi yang sudah ada, bukan membangun dari nol, menurut Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
- Aktivasi desa kreatif: Menghidupkan kembali desa-desa kreatif yang telah berjalan untuk menjadi pusat produksi dan ekonomi lokal.
- Aktivasi creative hub: Mengintervensi ruang kreatif yang kurang dimanfaatkan agar berfungsi sebagai pusat pelatihan, workshop, dan pengembangan talenta.
- Creative by Indonesia: Mendorong jenama lokal naik kelas melalui kurasi produk dari tingkat daerah ke nasional dan potensi pasar global.
Ini dilakukan dengan menghidupkan kembali desa-desa kreatif yang sudah berjalan.
Impak dan langkah ke depan
Dukungan Komisi VII memberi sinyal kuat untuk memperluas program Kemenekraf yang bertumpu pada pemberdayaan lokal dan pengembangan talenta muda. Realisasi usulan anggaran akan menentukan seberapa cepat program-program tersebut dapat dijalankan dan berdampak pada ekonomi kreatif nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...