BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa Flores Tercukupi
BNPB memastikan kebutuhan dasar pengungsi pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Flores, terpenuhi. Peninjauan langsung dilakukan di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, pada Senin, 17 Agustus 2026, untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan.
Kebutuhan dasar dan tempat tinggal sementara
Tim BNPB meninjau lokasi pengungsian utama dan menegaskan akan mendirikan tenda yang lebih layak. Penguatan fasilitas ditujukan untuk memberi tempat tinggal sementara yang aman bagi warga terdampak.
“Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan. Masyarakat nantinya memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik,” ujar Suharyanto.
Distribusi logistik dan suplai dari Labuan Bajo
BNPB telah menyiapkan berbagai bantuan, termasuk tenda keluarga, tenda serbaguna, logistik, dan peralatan penunjang pengungsian. Sebagian bantuan dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo dan tiba melalui Bandara Komodo.
Logistik yang datang dari Jakarta juga sudah didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Manggarai. Distribusi difokuskan agar bantuan cepat menjangkau pengungsi yang tersebar.
- Tenda keluarga dan tenda serbaguna
- Perlengkapan pengungsi dan logistik dasar
- Peralatan penunjang pengungsian
Koordinasi satgas daerah dan layanan publik
Pembentukan satgas daerah diminta untuk memperkuat koordinasi penanganan. Pemerintah menilai perlu tugas terintegrasi karena pengungsian tersebar di beberapa titik, bukan hanya di Barangkolong.
“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” ujar Pratikno.
Pangan dan layanan kesehatan
BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk penyediaan pangan. Dapur umum akan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana guna menyuplai makanan bagi pengungsi setiap hari.
Warga direncanakan menerima makanan tiga kali sehari. Pengaturan ini juga memperhatikan kecukupan gizi agar kebutuhan nutrisi masyarakat tetap terpenuhi.
Selanjutnya, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menambah tenaga medis. Obat-obatan dan peralatan medis akan diperkuat sesuai kebutuhan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
“Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan. Peralatan penunjang medis juga akan diperkuat untuk pelayanan warga,” ujarnya.
Progres dan langkah selanjutnya
Sebelum meninggalkan lokasi, Kepala BNPB menyerahkan bantuan logistik langsung kepada warga. Langkah ini diharapkan menopang kebutuhan dasar selama masa pengungsian dan mempercepat pemulihan awal.
Pemerintah daerah diminta segera membentuk satgas, mempercepat koordinasi distribusi, dan memantau layanan kesehatan serta pangan. Upaya berkelanjutan akan menentukan kecepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...