Kemdiktisaintek Dorong Talenta STEM dan Soshum Lewat SMA Unggul Garuda
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong pengembangan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, matematika (STEM) dan sosial-humaniora melalui Program SMA Unggul Garuda. Pernyataan itu disampaikan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, saat kunjungan ke SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Jakarta, Senin 22 Juni 2026. Tujuan program adalah menutup kekurangan talenta STEM sekaligus menjaga perhatian terhadap bidang sosial-humaniora.
Kebutuhan talenta STEM dan posisi Indonesia
Ardi menilai proporsi talenta STEM di Indonesia masih jauh di bawah negara maju. Dia menyebut angka talenta STEM di negara maju bisa mencapai 30-40 persen, sedangkan Indonesia masih di bawah 20 persen. Kondisi ini dianggap menghambat percepatan inovasi dan penerapan teknologi di berbagai sektor.
"Di berbagai negara maju, talenta STEM sudah di atas 30 hingga 40 persen. Kita masih kurang dari 20 persen,"
Meski fokus pada STEM, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa bidang sosial-humaniora (soshum) tetap penting. Ardi menyebut soshum diperlukan untuk memahami konteks sosial, kebijakan, dan kebutuhan masyarakat.
Peran SMA Unggul Garuda dan pencapaian
Program SMA Unggul Garuda dirancang untuk mengembangkan minat siswa sejak dini dan mendorong pendekatan multidisiplin. Selain kurikulum STEM, program ini juga memberi ruang bagi pengembangan ilmu sosial, seperti ekonomi, geografi, hukum, dan kebijakan publik.
"Sosial humaniora menjadi sangat penting. Implementasi berbagai bidang sains membutuhkan pendekatan multidisiplin,"
Program ini juga mencatat capaian signifikan dalam penerimaan siswa ke universitas top dunia. Data Kemdiktisaintek yang dihimpun hingga 24 April 2026 menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang memperoleh Letter of Acceptance (LoA).
| Indikator | 2025 | 2026 (hingga 24 Apr) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Siswa yang memperoleh LoA | 132 | 330 | +150% |
| Total surat LoA yang diterima siswa | — | 1.567 | +167% |
Dampak program dan target ke depan
Kemdiktisaintek mengajak siswa memetakan minat dan bakat sejak dini agar kontribusi lulusan bisa terarah. Ardi berharap lulusan SMA Unggul Garuda dapat berperan pada sejumlah sektor strategis nasional.
- Ketahanan pangan
- Kesehatan
- Energi terbarukan
- Penguatan ekonomi nasional
Dengan pendekatan multidisiplin dan peningkatan akses ke perguruan tinggi internasional, program ini diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap menjawab tantangan teknologi dan kebijakan. Ke depan, Kemdiktisaintek akan terus memantau perkembangan capaian dan menyesuaikan strategi pembelajaran agar manfaatnya terasa lebih luas di masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Baleg Dorong RUU Air Minum dan Sanitasi Percepat Penurunan Stunting
Baleg DPR mendorong RUU Air Minum dan Sanitasi sebagai instrumen percepat penurunan stunting dengan menekank...
Eks Hotel Sultan Berpotensi Dirobohkan dalam Penataan GBK
Menteri Rosan Roeslani menyatakan eks Hotel Sultan berpotensi dirobohkan dalam rencana penataan menyeluruh k...
Kemenbud Dorong Pelurusan Sejarah W.R. Soepratman dan Perkuat Literasi
Kemenbud mendorong pelurusan sejarah W.R. Soepratman dan memperkuat literasi kepahlawanan untuk mengenalkan...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Tekan Biaya Logistik
Presiden resmikan 1.151 km jalan daerah di 37 provinsi untuk memperkuat konektivitas dan menurunkan biaya lo...
Presiden Minta Hotel Sultan Jadi Ikon Baru Indonesia
Presiden Prabowo minta kawasan Hotel Sultan dikembangkan jadi ikon baru Indonesia terintegrasi dengan GBK; r...
Menteri ESDM Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir
Menteri ESDM minta PLN segera atasi pemadaman bergilir dengan langkah teknis terukur, sambil memastikan paso...