Lokal

Simalungun Gelar Skrining TB Terintegrasi di 228 Titik

Bagikan:
Petugas kesehatan melakukan skrining TB dan cek kesehatan gratis di Simalungun

SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Skrining TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Jumat, 25 September. Program ini menjangkau 228 titik di seluruh kecamatan untuk mendeteksi dini kasus Tuberkulosis (TB) dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Pemeriksaan dan layanan yang diberikan

Skrining dilakukan melalui pemeriksaan langsung dan wawancara kesehatan untuk mengidentifikasi gejala TB. Warga yang memenuhi kriteria atau bergejala diarahkan ke pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Selain skrining TB, kegiatan CKG menyediakan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, cek asam urat, serta pengambilan sampel dahak yang akan diperiksa menggunakan TCM (Test Cepat Molekular).

Upaya ini bertujuan melakukan pendekatan promotif dan preventif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan berkala.

Kegiatan di Jawa Maraja Bah Jambi

Salah satu lokasi pelaksanaan berada di wilayah kerja Puskesmas Jawa Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, yang mendapat antusiasme tinggi warga setempat. Tim Dinas Kesehatan bersama petugas puskesmas memberikan pelayanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan langsung di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr. Debora Haloho, menyatakan kesiapan tim untuk menjangkau seluruh titik lokasi.

"Kami telah menyiapkan tim khusus yang akan diturunkan ke 228 titik lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun, demi menjangkau masyarakat secara menyeluruh, tanpa terkecuali,"

Gejala dan kelompok yang rentan

dr. Debora menjelaskan penularan TB melalui percikan ludah saat batuk atau bersin. Bakteri ini lebih mudah berkembang di lingkungan lembab, padat, dan sirkulasi udara yang buruk.

Kelompok yang berisiko tinggi meliputi:

  • Perokok aktif
  • Anak-anak dan lanjut usia
  • Penderita diabetes
  • Penderita HIV
  • Masyarakat yang tinggal di lingkungan padat dan kurang bersih

Gejala yang harus diwaspadai dan segera diperiksa adalah:

  • Batuk berkepanjangan ≥ 2 minggu
  • Penurunan berat badan tiba-tiba
  • Demam berkepanjangan
  • Hilangnya nafsu makan
  • Berkeringat di malam hari tanpa sebab jelas
  • Perasaan lemas dan lesu terus-menerus

"Apabila mengalami salah satu gejala di atas, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,"

Hasil kegiatan dan harapan ke depan

Di Nagori Jawa Maraja, kegiatan diikuti 90 warga. Dari jumlah itu, 37 orang teridentifikasi sebagai terduga TB dan sampel dahak mereka akan diperiksa lebih lanjut melalui pemeriksaan bakteriologis dengan metode TCM.

Hasil awal ini menegaskan pentingnya skrining luas agar kasus ditemukan dan ditangani sejak dini. Selain pemeriksaan, petugas memberi edukasi mengenai etika batuk, pentingnya sirkulasi udara, dan pola hidup sehat untuk mencegah penularan.

dr. Debora menegaskan bahwa TB bisa disembuhkan dengan pengobatan yang teratur hingga tuntas, sehingga deteksi dini dan kepatuhan terapi sangat krusial.

"Jangan ragu, apalagi bimbang. TB dapat disembuhkan! Mari kita bekerja sama untuk hidup lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS-TB),"

Dengan integrasi skrining TB dan CKG, Pemkab Simalungun berharap peningkatan temuan kasus sejak dini dan penguatan layanan kesehatan agar masyarakat lebih sehat dan sejahtera.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait