Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG untuk Antisipasi Musim Hujan
BANDA ACEH — Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik ST M.Si, menerima delegasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Ruang Kerja Sekda Aceh, Senin (28/9). Pertemuan membahas penguatan sinergi penyediaan informasi cuaca, iklim, dan kebencanaan untuk mendukung kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat Aceh.
Penguatan sinergi informasi cuaca dan kebencanaan
Taufik menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Aceh dan BMKG. Ia meminta agar perkembangan cuaca dan potensi bencana menjadi dasar perencanaan langkah antisipatif di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Informasi seperti ini sangat penting, terutama bagi masyarakat. Kami juga terus memberikan informasi kesiapsiagaan kepada kabupaten/kota karena ini merupakan bagian dari tugas kita. Untuk itu, kami membutuhkan saran dan masukan dari pihak-pihak terkait.
Program dan pembangunan infrastruktur pengamatan
Koordinator UPT BMKG Provinsi Aceh sekaligus Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Cucu Kusmanyancu, menyampaikan perkembangan kondisi cuaca Aceh dan potensi memasuki musim hujan. BMKG juga memaparkan sejumlah program dan penguatan sistem pengamatan di wilayah Aceh.
- Peresmian High Frequency (HF) Radar untuk memantau tinggi gelombang, arus, angin, dan potensi tsunami di Selat Sabang.
- Pembangunan radar cuaca dan peralatan pendukung lain sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tahun 2025.
- Rencana pelaksanaan Sekolah Lapang Gabungan di lima lokasi, meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), Sekolah Lapang Iklim (SLI), serta Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG).
BMKG mengapresiasi surat kesiapsiagaan yang telah dikeluarkan Pemerintah Aceh untuk tiga bulan ke depan. Surat ini dinilai sebagai langkah awal memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Dampak dan tindak lanjut
Sinergi ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan memperkuat alur informasi ke kabupaten/kota. Peningkatan sistem pengamatan dan edukasi lapangan juga ditujukan untuk memperkaya basis data dan kapasitas respons lokal.
Pemerintah Aceh dan BMKG sepakat untuk memperkuat komunikasi teknis dan menerima masukan dari berbagai pihak agar informasi cuaca dan peringatan dini lebih cepat sampai ke masyarakat rentan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Saksi Tegaskan Tidak Sebut Doddy 'Mafia Tanah' di Sidang Praperadilan
Saksi pelapor di praperadilan Medan menyatakan tak pernah menyebut Doddy 'mafia tanah'; inti laporan soal em...
Groundbreaking Huntap di Aceh Tamiang, Target 2.399 Unit 2026
Pemerintah memulai pembangunan 178 huntap di Alur Jambu, Aceh Tamiang, bagian dari target 2.399 unit pada 20...
Medan: Polrestabes Gagalkan Peredaran Vape Getar, Pemko Gandeng KPK
Polrestabes Medan menangkap pelaku dan menyita 450 bungkus vape getar; warga Medan Belawan hidup di dapur se...
PKA Sumut Belajar Tata Kelola Lingkungan ke DLH DKI
Puluhan calon pemimpin administrator Sumut mengikuti Studi Lapangan PKA ke DLH DKI Jakarta untuk mempelajari...
Aris Rinaldi Nasution Terpilih Kembali Ketua Forwakum Sumut 2026-2029
Aris Rinaldi Nasution kembali terpilih sebagai Ketua Forwakum Sumut 2026–2029 setelah unggul tipis dalam pem...
Polantas Karib: Sat Lantas Pematangsiantar Edukasi 60 Anak TK soal Lalu Lintas
Sat Lantas Polres Pematangsiantar menggelar Polantas Karib untuk 60 anak TK, mengajarkan rambu lalu lintas,...