Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal Diduga Alergi Obat
BANDA ACEH — Seorang taruna baru Politeknik Pelayaran Malahayati, inisial MRF atau Rasya (18), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, Banda Aceh, Minggu, 27 September 2026. Keluarga menerima kabar anaknya sempat demam saat mengikuti rangkaian orientasi mahasiswa baru dan diduga mengalami reaksi setelah mengonsumsi obat.
Kronologi singkat
Kabar awal diterima keluarga pada Sabtu, 26 September 2026. Teman-teman dan pihak kampus mengabarkan bahwa MRF demam saat mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa baru atau ospek. Menurut keteranga keluarga, kondisi MRF memburuk setelah minum obat dan mendapat infus.
MRF lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUDZA untuk perawatan. Keluarga menerima kabar bahwa kondisinya kritis dan menjalani perawatan intensif. Sekitar pukul 16.00 WIB pada Minggu, 27 September 2026, MRF dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Kecurigaan keluarga
Ibu korban, Laila, menyatakan ada kejanggalan pada kondisi anaknya sebelum meninggal. Ia menyebut melihat tanda lebam pada wajah dan pembengkakan pada tubuh setelah anaknya diberikan obat.
Laila: Anak saya demam. Informasi yang saya terima, dia sempat makan obat. Setelah diinfus kondisinya makin parah, seperti alergi obat. Badannya bengkak-bengkak.
Laila: Saya merasa ada yang mencurigakan. Wajahnya lebam. Katanya alergi obat.
Hingga Minggu malam, Laila masih dalam perjalanan dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh untuk mengurus jenazah. Jenazah MRF berada di kamar jenazah RSUDZA dan didampingi rekan serta keluarga.
Tindakan pihak berwenang dan status pemeriksaan
Keluarga menyebut kasus ini telah ditangani oleh kepolisian. Sampai berita ditulis belum ada konfirmasi resmi dari pihak kampus, rumah sakit, atau kepolisian mengenai penyebab pasti kematian. Dugaan alergi obat saat ini masih bersifat informasi awal dari keluarga dan menunggu hasil pemeriksaan medis.
Data singkat korban
- Inisial: MRF (nama disebut Rasya)
- Usia: 18 tahun
- Asal: Blang Mee Simpang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe
- Program studi: Teknik Listrik Perkapalan, Politeknik Pelayaran Malahayati
- Mulai mengikuti perkuliahan: 4 September 2026
Penutup
Sampai saat ini penyebab resmi kematian MRF belum dipastikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis serta keterangan dari instansi terkait. Keluarga berharap proses pemeriksaan berjalan transparan agar penyebab kematian dapat diketahui jelas dan langkah selanjutnya dapat diambil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dirjen Kemenag Kunjungi Kontingen PPSN VI Sumut di Malang
Dirjen Pesantren Kemenag, Dr. H. Basnang Said, mengunjungi kontingen PPSN VI Sumut di Malang dan berdialog s...
Grand Mercure Medan Rayakan Hari Batik Nasional lewat Jejak Warisan
Grand Mercure Medan gelar 'Jejak Warisan' 2–4 Okt 2026: peragaan batik, pameran UMKM, dan upaya pelestarian...
Polsek Medan Kota Tangkap Residivis Pelaku Bongkar Rumah
Polsek Medan Kota menangkap residivis Ari Usri Pratama (36) pelaku bongkar rumah di Pasar Merah Timur; baran...
RSUP Adam Malik Lakukan Ablasi PFA untuk Atrial Fibrilasi
RSUP H. Adam Malik menerapkan ablasi jantung metode PFA pada 26 Mei 2026 untuk menangani atrial fibrilasi de...
BMKG Sumut: Waspada Hujan Lebat, Kilat, dan Angin Kencang 30 Sept
BMKG Sumut peringatkan hujan sedang-lebat disertai kilat dan angin kencang pada Rabu 30 Sept, potensi berlan...
Dukungan Pemda Aceh Besar Perkuat Pembentukan Kabupaten Aceh Raya
Bupati dan Ketua DPRK Aceh Besar hadir di Rapimnas Jakarta (29/9), memperkuat dukungan pembentukan Kabupaten...