Tiga Satelit Kecil NASA Diluncurkan untuk Uji Propulsi dan Inspeksi
Tiga satelit kecil yang didukung NASA berhasil diluncurkan pada 1 Oktober 2026 untuk menguji teknologi propulsi, observasi ultraviolet, dan inspeksi satelit di orbit rendah Bumi.
Peluncuran dan misi Transporter-18
Peluncuran berlangsung dari Vandenberg Space Force Base, California, menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dalam misi Transporter-18. Perangkat mencapai orbit pada 1 Oktober 2026 waktu setempat, menurut pernyataan resmi NASA yang dirilis keesokan harinya.
Ketiga wahana berstatus CubeSat dan smallsat ini diangkut lewat skema commercial rideshare, sehingga satelit pemerintah dan komersial berbagi satu roket peluncur.
ASCENT: uji dua mode propulsi
Salah satu wahana, ASCENT Propulsion Dual Mode CubeSat, akan menguji dua sistem propulsi menggunakan satu bahan bakar.
- Pendorong kimia untuk manuver berdaya tinggi
- Empat pendorong electrospray untuk operasi berdaya rendah
Pengujian ini dimaksudkan untuk menilai kelayakan menggabungkan kedua mode propulsi pada platform kecil, yang dapat meningkatkan fleksibilitas misi di masa depan.
SPRITE: CubeSat astrofisika ultraviolet
SPRITE CubeSat menjadi CubeSat astrofisika pertama NASA yang dirancang mengamati rentang cahaya ultraviolet tertentu yang tidak dapat dideteksi dari permukaan Bumi.
Selama misi sekitar satu tahun, SPRITE akan fokus mengamati wilayah pembentukan bintang di Galaksi Bima Sakti serta sisa-sisa ledakan bintang di dalam dan sekitar galaksi.
- Observasi pembentukan bintang
- Pemantauan sisa ledakan bintang
- Pengujian teknologi untuk observatorium ultraviolet berukuran lebih besar
SSPICY dan inspeksi satelit dengan Otter 24C
Wahana ketiga adalah bagian dari program Small Spacecraft Propulsion and Inspection Capability (SSPICY). Misi ini bertujuan menguji kemampuan inspeksi dan perawatan satelit di orbit.
Pesawat Otter 24C milik Starfish Space akan digunakan untuk mendekati hingga empat satelit Amerika Serikat yang tidak lagi beroperasi di orbit rendah Bumi. Otter 24C dilengkapi sistem propulsi baru serta kemampuan navigasi dan kendali otonom.
Perangkat lunak berbasis visi komputer juga dipasang untuk membantu mendekat dan memeriksa objek secara aman. Misi SSPICY diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun, dengan kegiatan inspeksi dijadwalkan dimulai pada 2027.
Jadwal, dampak, dan prospek
Pengujian propulsi hibrida ASCENT dan kemampuan inspeksi SSPICY bisa membuka jalan bagi operasi servis in-orbit yang lebih luas. Sementara itu, data SPRITE diharapkan mendukung rancangan observatorium ultraviolet yang lebih besar.
Ketiga misi ini menunjukkan tren pemanfaatan satelit kecil untuk eksperimen teknologi dan ilmu pengetahuan ruang angkasa. Hasil percobaan akan menentukan langkah pengembangan satelit dan layanan di orbit dalam beberapa tahun mendatang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...
Pakar: Bahaya Autonomous Learning, Redesign Jadi Solusi
Teddy Mantoro memperingatkan bahaya autonomous learning pada AI dan mendorong redesign sistem, termasuk pend...
NASA Uji Cat Khusus Pemetaan Aliran Udara Sayap
NASA uji cat sensitif tekanan pada model sayap di Transonic Dynamics Tunnel untuk memetakan aliran udara dan...
Pesawat X-59 NASA Pecahkan Rekor, Capai Mach 1,53 dalam Uji Terbang
X-59 NASA mencatat enam penerbangan dalam seminggu dan kecepatan tertinggi Mach 1,53, meningkatkan total uji...
Sharp Perluas Lini Party Speaker dengan Phantom dan Core Blast
Sharp meluncurkan Phantom dan Core Blast Series pada 2 Oktober 2026, menawarkan opsi party speaker premium d...