Olahraga

Sofia dan Rekan Jadi Relawan Asian Games 2026, Biaya Ditanggung Sendiri

Bagikan:

Sofia bersama tujuh rekannya berangkat ke Nagoya, Jepang, untuk menjadi relawan Asian Games dan Asian Para Games 2026. Mereka lolos seleksi panitia melalui pendaftaran online dan wawancara, namun seluruh biaya perjalanan ditanggung sendiri. Tujuan utama mereka bukan bayaran, melainkan pengalaman, networking, dan pertukaran budaya.

Proses seleksi dan keberangkatan

Masing-masing pelamar mendaftar lewat situs resmi penyelenggara dan mengikuti tahap wawancara. Setelah beberapa bulan menunggu, Sofia dan timnya diberitahu bahwa mereka dinyatakan lolos sebagai relawan untuk kedua ajang tersebut.

"Setelah beberapa bulan kami diinfokan kalau kami lolos. Lolos sebagai volunteer Asian Games dan Asian Para Games,"

Relawan internasional: tidak dibayar tetapi penuh makna

Sofia menegaskan bahwa menjadi relawan di ajang internasional bersifat unpaid. Ia menyebut pengalaman serupa di FIFA, Olimpiade, dan Special Olympics juga tidak memberikan imbalan finansial.

"Untuk volunteer internasional benar-benar unpaid. Dari FIFA, Olympic, Special Olympics, Asian Games, semuanya nggak ada dibayar,"

Biaya dan persiapan finansial

Karena tidak menerima kompensasi, Sofia dan teman-teman harus menanggung biaya tiket pesawat, akomodasi, serta pengeluaran pribadi di luar jadwal tugas. Mereka menabung dan mengatur pekerjaan agar dapat ambil cuti atau bekerja jarak jauh saat bertugas.

"Dua tahun sekali nabung dan kerja. Ini tuh untuk healing-nya,"

Beberapa dari mereka memilih pekerjaan yang fleksibel, sementara yang lain menjalankan usaha sendiri agar lebih leluasa mengatur waktu ketika mengikuti event internasional.

Pertukaran budaya dan nilai pengalaman

Bagi Sofia, sukarelawan membuka peluang bertemu orang dari berbagai negara dan memperkaya cara pandang. Ia kerap membawa cinderamata dari Indonesia untuk ditukar dengan relawan dari negara lain sebagai bentuk pertukaran budaya.

"Setiap kita event di dunia manapun, aku selalu bawa cinderamata dari Indonesia. Jadi kita bisa tukar-tukar,"

Sofia menilai, meski tidak untuk berlibur, kerja sebagai relawan memberi kepuasan karena mereka turut membantu jalannya acara. "Kalau orang jalan-jalan aja, kalau kita ini jalan-jalan tapi bantu orang," ujarnya.

Sekalipun menuntut pengorbanan finansial, pengalaman menjadi relawan internasional seperti yang dialami Sofia tetap menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan, meningkatkan pemahaman lintas budaya, dan memperkaya pengalaman profesional di bidang event olahraga.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait