Olahraga

Srondeng dan Tiga Atlet Indonesia Melaju ke Final Lead Asian Games 2026

Bagikan:

Empat atlet Indonesia berhasil menembus final nomor lead panjat tebing Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang digelar di Port Messe Nagoya Exhibition Hall. Final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 September 2026. Keempatnya adalah Putra Tri Ramadani (Srondeng), Ramadhan Raviandi, Sukma Lintang Cahyani, dan Alma Ariella Tsany.

Hasil semifinal

Di babak semifinal putra, Srondeng finis di peringkat ketiga dengan mencatatkan 36 hold. Rekan satu tim, Ramadhan Raviandi, menempati posisi ketujuh dengan 23 hold. Pada sektor putri, Sukma dan Alma sama-sama memastikan tiket final setelah mencatat 39 hold, menempati posisi keenam dan ketujuh.

  • Putra Tri Ramadani (Srondeng) – 3rd place, 36 hold
  • Ramadhan Raviandi – 7th place, 23 hold
  • Sukma Lintang Cahyani – 6th place, 39 hold
  • Alma Ariella Tsany – 7th place, 39 hold

Komentar Srondeng soal performa

Srondeng mengakui jalur semifinal cukup menantang dan kesalahan memilih pegangan memengaruhi gerakannya. Dia menilai jika memilih pegangan yang tepat, posisi bisa lebih baik.

"Sebenarnya tidak terlalu susah, cuma saya salah mengambil pegangan. Harusnya tadi saya mengambil pegangan di sebelah kiri, dari bawah," kata Srondeng dalam keterangan yang diterima Jumat, 2 Oktober 2026.

Awalnya Srondeng memasang target untuk mencapai top atau menyelesaikan jalur sampai bagian tertinggi. Meski belum tercapai di semifinal, ia yakin masih bisa menebus di final.

"Targetnya top, sampai atas. Cuma mungkin nanti di final bisa membalas lagi," ujarnya.

Pengalaman internasional dan tekanan

Srondeng membawa pengalaman dari World Climbing Series 2026, termasuk medali emas di Praha dan perunggu. Pengalaman tersebut menjadi modal menghadapi pesaing level dunia.

"Kalau di Asian Games ini, persaingannya tidak jauh berbeda dengan World Cup, Jadi permainannya juga kurang lebih sama," kata Srondeng.

Namun tampil di Asian Games untuk pertama kali menghadirkan tekanan tersendiri. Ia mengaku lebih tegang dibanding penampilan sebelumnya di turnamen dunia.

"Ini pertama kali (tampil di Asian Games), sebenarnya lebih deg-degan. Hampir sama seperti pertama kali turun final di World Cup, deg-degannya luar biasa," katanya.

Strategi menjelang final

Dengan waktu adaptasi yang terbatas, Srondeng memilih fokus menjalani final dan menunjukkan kemampuan terbaik. Ia tidak membebani diri angka tinggi, melainkan menargetkan podium lebih realistis.

"Jadi kami perlu beradaptasi, tetapi waktunya juga sudah tidak banyak untuk adaptasi. Mau tidak mau harus langsung dijalani," ujarnya.

Srondeng menegaskan harapannya sederhana namun ambisius: naik podium dan mensyukuri hasil apa pun.

"Target saya naik podium dulu saja. Berapa pun hasilnya, tetap saya syukuri," tutupnya.

Proyeksi

Final lead pada 3 September akan menentukan peluang medali Indonesia pada cabang panjat tebing. Para atlet membawa pengalaman internasional, tetapi hasil akhir bergantung pada eksekusi jalur saat pertandingan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait