Sinabung Berstatus Siaga Level 3, 650 Warga Dievakuasi di Karo
Medan — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo ditetapkan berstatus level 3 (Siaga) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Penetapan ini disampaikan BPBD Sumatera Utara pada Jumat (5/9) dan berpotensi menambah jumlah pengungsi jika aktivitas vulkanik meningkat.
Evakuasi dan jumlah pengungsi
Berdasarkan radius siaga 6 kilometer yang ditetapkan PVMBG, warga Desa Kuta Tengah sudah dievakuasi. Tim mengevakuasi 208 kepala keluarga atau sekitar 650 jiwa ke titik penampungan sementara.
| Lokasi | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Desa Kuta Tengah | 208 KK / 650 jiwa | Sudah dipindahkan ke Jambur Desa Sukatepu dan Koperasi Desa Merah Putih |
| Potensi tambahan | 2.051 orang | Akan diungsikan jika aktivitas meningkat |
| Desa Payung Payung | ~2.100 jiwa | Sempat dijadwalkan evakuasi, batal setelah mitigasi ulang |
“Jika ini meningkat, ini 2.051 orang ini wajib jika meningkat aktivitas Sinabung yang sekarang adalah sudah wajib diungsikan,”
Kebutuhan dasar dan logistik
BPBD Sumut memastikan kebutuhan dasar untuk pengungsi telah disiapkan melalui koordinasi lintas lembaga. PDAM Sumut, Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten Karo, serta BNPB dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan air, logistik, dan layanan kesehatan.
“Perintah Pak Gubernur kemarin kepada kami, siapkan matras, siapkan selimut, siapkan handuk karena cuaca dingin,”
BPBD telah mengirimkan 80 matras, selimut, serta 150 bal popok dan pembalut ke lokasi pengungsian. Penyiapan ini dimaksudkan agar penampungan sementara mampu menampung kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Pengamanan, mitigasi, dan rencana antisipasi
Meski beberapa warga tercatat kembali ke rumah masing-masing, aparat kepolisian dan TNI setempat menjamin keamanan harta benda di lokasi pengungsian. Pemerintah Kabupaten Karo melakukan mitigasi ulang sehingga evakuasi di beberapa desa dibatalkan sementara.
BPBD Sumut juga berencana menggeser sebagian personel dan peralatan ke wilayah terdampak. Termasuk rencana pengiriman mobil tangki air dari Samosir untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi.
Status aktivitas vulkanik dan langkah selanjutnya
Pantauan menunjukkan aktivitas vulkanik secara kasat mata menurun pada Jumat pagi. Namun BPBD menegaskan tidak akan menurunkan status kesiagaan secara sepihak.
Semua keputusan tetap merujuk pada penetapan resmi PVMBG. Masyarakat di zona rawan diminta tetap siaga dan mengikuti arahan lembaga berwenang sampai situasi dinyatakan aman.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Nias Selatan Serahkan SK Perpanjangan 633 PPPK Paruh Waktu
Pemkab Nias Selatan menyerahkan SK perpanjangan dan SPK kepada 633 PPPK Paruh Waktu pada 19 Oktober sebagai...
Polda Sumut Tangkap 3 Terduga Pelaku Penembakan di Tanjung Morawa
Polda Sumut menangkap tiga terduga pelaku penembakan di Tanjung Morawa pada 19 Oktober; motif masih didalami...
Pemkab Asahan Selesaikan Audit BPK, Raih Peringkat Tiga Realisasi Belanja
Pemkab Asahan menyelesaikan audit BPK Sumut (19/10) dan meraih peringkat tiga realisasi belanja daerah; exit...
Belanja P-APBD Sumut 2026 Melebihi Pendapatan, DPRD Dorong Pinjaman
Belanja P-APBD Sumut 2026 melebihi pendapatan Rp382 miliar; DPRD mendorong pinjaman dan obligasi untuk menut...
Satgas PRR Kirim 18 Alat Berat untuk Pengerukan Sungai di Aceh Tenggara
Satgas PRR Kemendagri menurunkan 18 alat berat dan 8 dump truk untuk pengerukan sungai di Aceh Tenggara, ope...
Orangutan Sumatera Dipulangkan dari India ke Kualanamu
Orangutan Sumatera hasil repatriasi dari India tiba di Bandara Kualanamu dan dibawa ke SRA Langkat untuk men...