46 Kejadian Karhutla di Sumut hingga 4 Sept 2026, Luas 273,87 Ha
Medan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat 46 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 14 kabupaten/kota selama 1 Januari–4 September 2026, dengan total luas lahan terbakar mencapai 273,87 hektare.
Data kejadian dan luas lahan
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyampaikan data tersebut saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/9). Ia merinci beberapa wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar.
| Kabupaten/Kota | Kejadian | Luas (ha) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Labuhan Batu | 6 | 88 | Kecamatan utama: Bilah Hilir |
| Simalungun | 7 | 24.11 | Kawasan: Girsang Sipangan Bolon |
| Humbang Hasundutan | 6 | 18 | Kecamatan: Lintong Nihuta, Dolok Sanggul |
| Karo | - | 1 | - |
| Tapanuli Tengah | - | 1 | - |
| Padang Lawas Utara | 6 | - | - |
| Padang Lawas | 6 | - | - |
| Samosir | - | - | Konsisten terjadi setiap tahun |
Sebaran wilayah dan contoh lokasi
Tuahta menjelaskan penyebaran kejadian tidak merata. Di Humbang Hasundutan, kebakaran tercatat di beberapa kecamatan termasuk Lintong Nihuta dan Dolok Sanggul. Di Labuhan Batu, kejadian utama terjadi di Kecamatan Bilah Hilir.
"Yang selebihnya seperti Karo itu hanya 1 hektare, kemudian Tapanuli Tengah 1 hektare. Nanti data saya kasih lengkap karena masing-masing daerah beda lokasi, beda kecamatan,"
Untuk Simalungun, titik terpantau di kawasan Girsang Sipangan Bolon. Samosir disebut sebagai wilayah yang rutin mengalami karhutla setiap tahun sehingga menjadi perhatian khusus BPBD.
Posisi nasional dan respons daerah
BPBD Sumut menyatakan provinsi masuk peringkat delapan atau sembilan nasional untuk kejadian karhutla. Tuahta menyampaikan posisi itu bukan alasan untuk mengurangi perhatian.
"Tapi dia masuk nomor 8 atau nomor 9, kemarin tidak menjadi terlalu fokus. Tetapi itu bukanlah satu pembenaran bahwa kita tidak peduli dengan itu,"
Pihak BPBD mencatat Padang Lawas Utara, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhan Batu, dan Padang Lawas masing-masing mengalami enam sampai tujuh kejadian tercatat pada periode yang sama.
Upaya mitigasi dan edukasi
Tuahta menegaskan BPBD terus memperkuat program mitigasi melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat di daerah rawan. Fokus diarahkan menjelang peralihan musim dari kemarau ke penghujan.
Program ini meliputi sosialisasi pencegahan pembakaran lahan dan koordinasi lintas daerah untuk respons cepat. BPBD juga berencana melengkapi data lokasi kejadian secara lebih rinci.
Pemantauan berlanjut hingga akhir musim dan pemerintah daerah didorong memperkuat langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kebakaran di musim kering berikutnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wapres Gibran Tinjau Hunian Tetap dan Infrastruktur di Tapanuli
Wapres Gibran melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli pada Jumat (4/9) untuk meninjau hunian tetap dan sejumla...
Polda Sumut Tangkap 2 Tersangka Penipuan Online Modus Bonus Deposit
Dit Siber Polda Sumut menangkap dua tersangka penipuan online yang menjanjikan bonus setelah korban melakuka...
BPBD Sumut: Karhutla di Samosir Terus Terjadi Setiap Tahun
BPBD Sumut menyatakan Karhutla di Samosir terjadi setiap tahun minimal 5 hektare; fokus sekarang bergeser ke...
Sinabung Berstatus Siaga Level 3, 650 Warga Dievakuasi di Karo
Gunung Sinabung ditetapkan Siaga Level 3; 208 KK (650 jiwa) telah dievakuasi dan ada potensi 2.051 orang aka...
Cinta kepada Rasul: Ittiba' sebagai Bukti dan Ukuran Takwa
Prof. Syabuddin Gade: cinta kepada Rasul harus dibuktikan dengan ittiba', bukan sekadar shalawat atau simbol...
Kemenag Salurkan Rp11,628 Miliar untuk 306 Masjid dan Musala di Aceh
Kemenag menyalurkan Rp11,628 miliar tahap II untuk 306 masjid/mushala di Aceh, masing-masing mendapat Rp38 j...