Nasional

Siklon Tropis NOUL Menguat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Bagikan:
Peta pergerakan siklon tropis NOUL dan wilayah terdampak

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait perkembangan Siklon Tropis NOUL yang terpantau di Laut Filipina pada Minggu, 26 Juli 2026. Meskipun pusat siklon tidak melintasi wilayah Indonesia, BMKG memperingatkan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan berupa hujan sedang-lebat, angin kencang, dan kenaikan gelombang laut di beberapa wilayah.

Perkembangan terkini dan prediksi intensitas

Berdasarkan analisis Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, sistem siklon ini berkembang dari bibit 92W yang pertama kali terdeteksi pada 21 Juli 2026. Sistem tersebut meningkat menjadi siklon tropis pada dini hari 24 Juli 2026.

BMKG memprakirakan intensitas Siklon Tropis NOUL akan terus meningkat. Dalam 24 jam ke depan, siklon diprediksi mencapai Kategori 2 dengan arah pergerakan menuju barat-barat laut.

"Kecepatan angin maksimum dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat dan intensitasnya menjadi kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat-barat laut," kata BMKG dalam laporan resminya.

Wilayah Indonesia yang berpotensi terdampak

BMKG menyebutkan beberapa daerah yang berpotensi mengalami dampak tidak langsung akibat sirkulasi atmosfer dari siklon. Perkiraan utama meliputi:

  • Hujan sedang hingga lebat: Natuna, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara.
  • Angin kencang: Sulawesi Utara akibat pengaruh sirkulasi atmosfer.
  • Peningkatan tinggi gelombang laut di beberapa perairan seperti Laut Sulawesi dan Laut Maluku.

Dampak pada perairan dan tinggi gelombang

Selain kondisi cuaca, BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi. Gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan yang berdekatan dengan wilayah pengaruh siklon.

Wilayah laut yang terindikasi berisiko meliputi Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku, serta perairan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

"Siklon Tropis NOUL memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia," ujar BMKG.

Peringatan keselamatan dan saran BMKG

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebelum melaut, pihak terkait diminta memantau perkembangan cuaca dan menghindari risiko akibat gelombang tinggi.

  • Periksa update cuaca melalui kanal resmi BMKG secara berkala.
  • Tunda aktivitas pelayaran jika kondisi perairan memburuk.
  • Warga pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir dan angin kencang lokal.

Pemantauan dan mitigasi dini menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait