Dinkes Siagakan Puskesmas 24 Jam Antisipasi Kabut Asap di Madina
Mandailing Natal (Madina) — Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal menyiagakan seluruh puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 24 jam sejak Rabu (14/10) untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap yang menurunkan kualitas udara.
Siaga 24 jam di fasilitas kesehatan
Peningkatan status menjadi tahapan siaga membuat pemerintah daerah memperkuat layanan medis. Instruksi ini mencakup kesiagaan petugas, penambahan jam operasional, dan pengecekan kesiapan fasilitas darurat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Madina, Drg. Muhammad Firdaus Batubara, M.K.M., sebaran kabut asap sejalan dengan peringatan dini BMKG sehingga langkah cepat perlu diambil untuk melindungi masyarakat.
Dukungan logistik dan edukasi kesehatan
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Dinas Kesehatan menginstruksikan penguatan infrastruktur medis. Langkah yang ditempuh meliputi:
- memastikan kecukupan cadangan obat-obatan,
- mengamankan pasokan tabung oksigen,
- meningkatkan ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan pendukung,
- memberikan edukasi kesehatan intensif bagi pasien dan masyarakat.
Firdaus menekankan pentingnya kewaspadaan meski belum ada laporan lonjakan kasus berat.
"Alhamdulillah, belum ada laporan lonjakan kasus warga yang terdiagnosa penyakit serius akibat paparan asap. Kendati demikian, kami tidak boleh lengah,"
Imbauan bagi kelompok rentan
Dinas Kesehatan mengimbau warga, terutama kelompok rentan—balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan kronis—untuk disiplin menjalankan protokol pencegahan.
Anjuran praktis yang disosialisasikan meliputi:
- menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,
- menutup ventilasi rumah rapat-rapat untuk mengurangi masuknya asap,
- menjaga hidrasi tubuh,
- segera melapor ke fasilitas kesehatan jika timbul gejala seperti sesak napas, batuk hebat, atau iritasi berlanjut.
"Kita menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktifitas dahulu hingga kabut asap ini kembali normal,"
Koordinasi pemantauan kualitas udara
Dinas Kesehatan terus berkoordinasi intensif dengan lintas sektor untuk memantau pergerakan kualitas udara harian sampai kondisi dinyatakan kembali normal. Informasi peringatan dini dari BMKG menjadi acuan utama dalam menentukan respon darurat.
Dengan langkah mitigasi ini, pemerintah daerah berharap mampumemperkecil dampak kesehatan jangka pendek dan mengantisipasi beban layanan kesehatan jika kondisi memburuk.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BPBD Pematangsiantar Imbau Warga Waspada Sebaran Asap
BPBD Pematangsiantar mengimbau warga waspada sebaran asap; BMKG deteksi sebaran dan PM2.5 di Sumut berkatego...
Rakernas V MPK di Tarutung: Transformasi Sekolah Kristen Jadi Fokus
Rakernas V MPK digelar 15–16 Okt 2026 di Sopo Partungkoan, Tarutung; 250 peserta bahas transformasi sekolah...
Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Siantar Martoba
Pria 23 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Siantar Martoba, diduga terkait cekcok rumah tangg...
Grebek Sarang Narkoba, Polresta Deliserdang Amankan 7 Orang
Polresta Deliserdang bersama BNNK gerebek tiga titik di Tanjung Morawa; amankan 7 orang, satu perempuan posi...
Aceh Besar Jadi Pusat Peresmian 980 SPPG untuk Perluas Layanan Gizi
Pusatkan peresmian di Aceh Besar, BGN meresmikan 980 SPPG untuk perluas layanan gizi di wilayah 3T dan daera...
Bunyamin Yapid Kunjungi Dayah Darul Quran Aceh, Motivasi Santri
Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yapid kunjungi Dayah Darul Quran Aceh (13/10/2026) dan memberi motivasi agar sant...