Kabut Asap Ganggu Wisatawan di Danau Toba
Parapat — Kabut asap tebal menyelimuti kawasan Danau Toba pada Rabu (14/10) dan mulai mengganggu aktivitas wisatawan, terutama turis mancanegara. Mereka mengeluh jarak pandang terbatas, bau menyengat, dan gangguan kesehatan ringan seperti sakit tenggorokan.
Keluhan wisatawan
Banyak pengunjung mengatakan pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir jadi tertutup lapisan kabut. Beberapa wisatawan membatalkan rencana pemotretan dan rekaman untuk mengabadikan panorama.
"Maaf, tapi ini sangat buruk,"
ujar wisatawan asal Tiongkok, Bao Kuo, saat ditemui di tepi danau. Ia menambahkan bahwa kondisi kabut membuatnya kecewa karena rencana menerbangkan drone untuk merekam pemandangan harus dibatalkan.
"Saya sampai mengurungkan niat menerbangkan drone karna kabut ini. Semua hanya kelihatan putih, saya sangat bersedih,"
Dampak pada kegiatan wisata
Kabut tidak hanya mengurangi nilai estetika objek wisata. Wisatawan juga melaporkan bau tak sedap yang membuat beberapa orang mengalami iritasi ringan pada tenggorokan.
Akibatnya, aktivitas seperti fotografi udara, pengambilan video, dan tur keliling danau terganggu. Pemandu lokal menyebut kunjungan tamu asing menjadi kurang maksimal saat jarak pandang menurun.
Peringatan kualitas udara dari BMKG
Balai Besar BMKG Wilayah I mengeluarkan peringatan terkait kualitas udara di Sumatera Utara. Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan konsentrasi partikel halus.
"Berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) di Sumatera Utara berada pada kategori sedang – tidak sehat,"
peringatan BMKG itu menyebut bahwa kondisi ini berpotensi memengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Konsekuensi dan harapan
Kondisi kabut asap berpotensi berdampak pada reputasi pariwisata setempat jika berlangsung lama. Wisatawan berharap kondisi cepat membaik agar aktivitas wisata kembali normal.
Pengelola wisata dan pihak terkait perlu memantau kualitas udara dan memberi informasi yang jelas kepada pengunjung. Sementara itu, wisatawan yang merasa tidak nyaman dianjurkan membatasi paparan dan segera mencari pertolongan medis jika gejala berlanjut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BPBD Pematangsiantar Imbau Warga Waspada Sebaran Asap
BPBD Pematangsiantar mengimbau warga waspada sebaran asap; BMKG deteksi sebaran dan PM2.5 di Sumut berkatego...
Rakernas V MPK di Tarutung: Transformasi Sekolah Kristen Jadi Fokus
Rakernas V MPK digelar 15–16 Okt 2026 di Sopo Partungkoan, Tarutung; 250 peserta bahas transformasi sekolah...
Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Siantar Martoba
Pria 23 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Siantar Martoba, diduga terkait cekcok rumah tangg...
Grebek Sarang Narkoba, Polresta Deliserdang Amankan 7 Orang
Polresta Deliserdang bersama BNNK gerebek tiga titik di Tanjung Morawa; amankan 7 orang, satu perempuan posi...
Aceh Besar Jadi Pusat Peresmian 980 SPPG untuk Perluas Layanan Gizi
Pusatkan peresmian di Aceh Besar, BGN meresmikan 980 SPPG untuk perluas layanan gizi di wilayah 3T dan daera...
Bunyamin Yapid Kunjungi Dayah Darul Quran Aceh, Motivasi Santri
Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yapid kunjungi Dayah Darul Quran Aceh (13/10/2026) dan memberi motivasi agar sant...